02 September 2026
Sumber: Magnific
Sudah membeli daging yang bagus, menyiapkan bumbu, dan memasaknya cukup lama, tetapi hasilnya masih alot? Situasi seperti ini cukup sering terjadi.
Jika pernah mengalaminya, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa daging harus dimasak lebih lama. Bisa jadi, persoalannya justru terletak pada cara mengatur panas. Dalam memasak daging, api besar bukan selalu jawaban untuk mendapatkan tekstur empuk. Ada masakan yang justru membutuhkan panas lebih rendah, cairan yang cukup, serta waktu agar setiap proses berlangsung secara perlahan. Salah satu metode yang menerapkan prinsip tersebut adalah teknik stewing.
Stewing adalah teknik memasak bahan makanan, terutama daging, secara perlahan dalam cairan dengan panas relatif rendah hingga bahan menjadi empuk dan cita rasa bumbu serta cairan memasak lebih menyatu.
Dalam teknik memasak stewing, bahan biasanya dipotong menjadi ukuran yang sesuai, kemudian dimasak bersama air, kaldu, saus, santan, atau cairan lain. Proses berlangsung cukup lama dengan panas yang dikontrol.
Ciri khas stewing antara lain:
Menggunakan cairan sebagai bagian penting proses memasak.
Memasak dengan panas rendah hingga sedang yang terkendali.
Membutuhkan waktu relatif panjang.
Menghasilkan daging yang lebih lunak dan kuah dengan rasa yang kompleks.
Lantas, apa bedanya dengan teknik lain?
Stewing: Bahan dimasak perlahan dalam cairan.
Boiling: Bahan dimasak dalam cairan yang mendidih.
Braising: Biasanya menggunakan bahan berukuran lebih besar, sering diawali pencokelatan, kemudian dimasak perlahan dengan cairan.

Sumber: Niko Electronic
Rahasia stewing bukan hanya sl durasi, tetapi juga temperatur yang terkendali. Potongan daging tertentu memiliki jaringan ikat yang membutuhkan waktu dan kondisi panas yang sesuai untuk melunak. Oleh karena itu, cara memasak daging agar empuk tidak bisa disamakan dengan memasak bahan yang cepat matang.
Cairan juga berperan penting. Kaldu, air, saus, atau santan membantu menciptakan lingkungan memasak yang sesuai sekaligus menjadi pembawa rasa dari berbagai bumbu.
Sebaliknya, api yang terlalu besar membuat cairan lebih cepat menguap. Kuah dapat menyusut sebelum daging mencapai tekstur yang diinginkan. Proses memasak pun menjadi lebih sulit dikontrol.
Jadi, dalam memasak daging dengan api kecil, tujuan utamanya bukan membuat masakan berhenti panas, melainkan mempertahankan panas yang cukup agar proses memasak berjalan perlahan dan stabil.
Satu resep tidak selalu membutuhkan intensitas panas yang sama dari awal hingga akhir. Bahkan, teknik stewing dapat diawali dengan panas lebih tinggi sebelum masuk ke tahap memasak perlahan.
Panas lebih tinggi dapat digunakan untuk menumis bumbu atau mencokelatkan permukaan daging. Tahap ini membantu membangun warna sekaligus lapisan aroma sebelum cairan ditambahkan.
Stir fry memiliki karakter panas yang lebih tinggi dan biasanya digunakan untuk memasak bahan dengan cepat. Teknik ini bukan inti stewing, tetapi menunjukkan bahwa setiap aktivitas memasak membutuhkan karakter panas berbeda.
Setelah cairan ditambahkan dan masakan mencapai kondisi mendidih, panas dapat diturunkan untuk mempertahankan simmer. Cairan tidak perlu bergolak keras. Inilah kondisi yang lebih sesuai dengan konsep slow cooking pada stewing.
Pengaturan panas seperti ini menjadi salah satu alasan kompor dengan kontrol api yang baik penting untuk dapur. Beberapa model kompor gas kaca Niko, misalnya, menawarkan tiga level api simmer, fry, dan stir fry, sehingga pengguna dapat menyesuaikan karakter panas dengan tahapan memasak.
Menariknya, daging yang awalnya terasa lebih keras justru dapat menjadi pilihan untuk stewing. Potongan yang memiliki jaringan ikat dan membutuhkan waktu memasak dapat menghasilkan tekstur lembut ketika diolah dengan teknik memasak perlahan yang tepat.
Potong daging dengan ukuran relatif konsisten agar tingkat kematangannya lebih seragam. Namun, jangan menganggap semua jenis daging membutuhkan waktu yang sama. Jenis dan ukuran potongan, jumlah cairan, cookware, serta intensitas panas akan memengaruhi hasil akhirnya.
Baca juga: Poaching Adalah Teknik Masak Sehat Rendah Lemak & Praktis, Coba di Rumah
Berikut alur sederhana cara stewing daging yang dapat Anda adaptasi sesuai resep.
Persiapkan Daging: Bersihkan daging sesuai kebutuhan, kemudian potong dengan ukuran relatif seragam. Jika akan dicokelatkan, keringkan permukaannya agar proses pencokelatan lebih optimal.
Bangun Rasa dari Bumbu: Tumis bawang, rempah, dan bahan aromatik menggunakan minyak secukupnya sampai aromanya keluar. Tahap ini menjadi fondasi rasa masakan.
Cokelatkan Daging: Jika resep membutuhkannya, masak daging hingga permukaannya mendapatkan warna kecokelatan. Tujuannya bukan untuk mematangkan daging sepenuhnya, melainkan membangun lapisan warna dan rasa.
Tambahkan Cairan: Masukkan air, kaldu, saus, santan, atau kombinasi cairan sesuai resep. Pastikan jumlahnya cukup untuk mendukung proses memasak tanpa membuat kuah terlalu cepat habis.
Turunkan Panas dan Pertahankan Simmer: Ini merupakan tahap penting. Setelah cairan mencapai kondisi mendidih, turunkan panas. Hindari mempertahankan didih yang terlalu kuat dan biarkan proses berjalan perlahan.
Masukkan Sayuran pada Waktu yang Tepat: Kentang, wortel, jamur, dan sayuran lain tidak selalu harus masuk sejak awal. Perhatikan waktu matang masing-masing agar teksturnya tidak terlalu lembek.
Koreksi Rasa dan Tekstur: Cicipi kuah, periksa tingkat kematangan daging, kemudian sesuaikan rasa atau kekentalan sesuai kebutuhan.

Sumber: Niko Electronic
Jangan hanya mengandalkan jam. Daging empuk bukan berarti harus hancur. Daging yang telah mencapai tekstur ideal biasanya lebih mudah ditusuk atau dipotong, sementara jaringan yang sebelumnya terasa keras mulai melunak. Bentuk daging tetap dapat dipertahankan sesuai karakter hidangan.
Perhatikan juga kuahnya. Rasa bumbu seharusnya lebih menyatu dan aromanya berkembang. Namun, durasi memasak tidak bisa dijadikan patokan universal karena dipengaruhi jenis daging, ukuran potongan, suhu, cairan, dan cookware.
Ketika panas harus dipertahankan dalam waktu cukup panjang, cookware memang ikut berperan. Pilih panci yang mampu mempertahankan panas dengan baik, memiliki tutup yang sesuai, dan ukurannya sebanding dengan jumlah masakan.
Pertimbangkan pula volume cairan, ukuran potongan daging, jumlah porsi, serta kompatibilitas cookware dengan kompor yang digunakan.
Pada beberapa produk dari Niko Electronic, konstruksi tungku dan fitur pendukungnya dirancang untuk membantu aktivitas memasak dengan cookware yang sesuai. Namun, selalu periksa spesifikasi masing-masing model sebelum memilih karena kompatibilitas dapat berbeda.
Baca juga: Saute Adalah Teknik Tumis Cepat: Rahasia Restoran Bisa Lebih Harum
Pada akhirnya, teknik stewing mengajarkan bahwa memasak daging tidak selalu tentang mengejar api besar. Daging yang semula keras dapat berubah menjadi hidangan yang lembut dan kaya rasa ketika dipadukan dengan cairan yang tepat, waktu yang cukup, dan kontrol panas yang baik.
Jadi, jika selama ini Anda bertanya-tanya cara membuat daging empuk, mungkin jawabannya bukan sekadar menambah waktu memasak. Mulailah memahami karakter panas dan biarkan proses low and slow bekerja.
Niko Electronic hadir untuk mendukung proses tersebut melalui kompor gas kaca dengan pengaturan api yang dapat disesuaikan serta berbagai peralatan rumah tangga untuk melengkapi kebutuhan dapur. Karena memasak bukan hanya tentang menghasilkan makanan, tetapi juga tentang memiliki kendali atas setiap tahapnya.