26 Agustus 2026
Sumber: Nicola Barts di Pexels
Ketika bicara soal teknik masak yang sehat, orang sering membayangkan hidangan rebusan atau kukusan karena tidak menggunakan minyak sehingga lebih rendah kalori. Namun tahukah Anda bahwa ada satu lagi teknik pengolahan makanan yang juga rendah lemak dan sama-sama praktis dilakukan bernama poaching. Sebagai teknik masak yang banyak digunakan koki profesional, poaching adalah teknik mematangkan makanan dengan cairan bersuhu hangat atau sekitar 70 – 85 derajat celcius. Mari mempelajarinya lebih lanjut di sini.
Umumnya, cairan yang digunakan sebagai media penghantar panas dalam teknik poaching adalah air. Dengan suhu tersebut, air tidak mendidih sampai bergejolak tapi cukup untuk mematangkan bahan pangan tertentu. Bahan pangan yang dimasak tersebut akan lebih terjaga tekstur, kelembapan, dan rasa alaminya. Artinya, tidak banyak nutrisi alami bahan makanan yang terbuang atau hilang akibat paparan panas berlebih seperti saat direbus atau digoreng.
Poaching adalah salah satu teknik masak yang direkomendasikan untuk menu harian keluarga. Alasan yang pertama adalah karena poaching merupakan teknik masak sehat sekaligus hemat bahan bakar karena tidak perlu api besar dan waktu lama untuk mengolah makanan. Selain itu, teknik masak ini mungkin akan sangat cocok untuk membuat menu sehat bagi lansia dengan kondisi kesehatan tertentu dan balita yang sudah mengonsumsi MPASI. Tentu karena tekstur makanan yang dihasilkan lembut dan mudah dikunyah, tetap bernutrisi, serta tetap baik untuk pencernaan.
Meskipun terlihat sama-sama direbus, poaching adalah teknik yang menggunakan tingkat didih yang berbeda dengan boiling dan simmering. Hal itu juga yang membuat teknik ini cocok untuk sebagian bahan pangan dan kurang cocok untuk yang lain. Berikut ini adalah tabel perbedaannya untuk memudahkan Anda memahaminya.
Teknik | Suhu | Tingkat Didih Air | Bahan Pangan |
|---|---|---|---|
Poaching | 70 – 80 derajat celcius | Tidak mendidih | Telur (yang sudah keluar dari cangkang), filet ikan dan ayam, buah pir atau apel, dan lain-lain. |
Simmering | 85 – 96 derajat celcius | Muncul gelembung kecil | Potongan daging merah dalam semur, tulang untuk kaldu, sup, bakso, rendang, dan lain-lain. |
Boiling | 100 derajat celcius | Mendidih sampai air bergejolak | Sayuran bertekstur keras seperti kentang, ubi, jagung manis, hingga mie atau pasta. |
Sekarang saatnya Anda menerapkan teknik poaching di dapur rumah untuk membuat hidangan rendah lemak. Dengan alat masak sederhana pun teknik ini bisa dilakukan oleh pemula karena praktis.
Siapkan panci atau wajan datar dan isi dengan air minum sampai setengah bagian atau sampai makanan terendam penuh.
Panaskan cairan sampai muncul gelembung kecil pada dasar panci. Baru kemudian kecilkan api untuk menjaga air tetap panas tapi juga memiliki permukaan yang tenang dan tidak sampai muncul gelembung.
Masukkan bahan pangan yang akan diolah dan pastikan makanan terendam seluruhnya dalam air.
Biarkan makanan matang dengan panas lembut tersebut. Bahan pangan seperti telur ceplok air akan matang dalam 3 menit sedangkan daging ayam filet butuh sekitar 15 – 20 menit. Jangan menaikkan suhu api selama proses tersebut.
Selain mengikuti langkah poaching di atas, perhatikan beberapa hal yang harus dihindari berikut ini.
Salah satu cara agar teknik poaching berhasil adalah dengan menjaga permukaan air tetap tenang. Oleh karena itu, hindari mengaduk bahan pangan yang sedang dalam proses poaching. Beberapa bahan seperti daging ayam atau sapi masih boleh diaduk namun hanya 1 atau 2 kali saja dan dilakukan secara perlahan dengan sendok kayu atau spatula silikon.
Apabila ingin mengaduk air/kaldu untuk mencampur bumbu, lakukan dengan gerakan melingkar dan sangat pelan di area pinggiran panci dan usahakan jangan sampai terkena bahan makanan.
Selama proses ini suhu di dalam wajan tidak boleh terlalu panas. Anda bisa sedikit menggeser atau menurunkan panci dari kompor jika dirasa intensitas api kurang bisa dikendalikan atau kurang stabil.
Hindari beberapa kesalahan berikut untuk meningkatkan keberhasilan poaching. Di antaranya adalah suhu air terlalu panas, mengaduk terlalu sering atau terlalu kasar, cairan yang digunakan tidak membuat makanan terendam, dan memasukkan bahan pangan sebelum air mencapai suhu yang sesuai.

Apabila Anda ingin memulai menerapkan teknik poaching, ada beberapa menu rumahan yang bisa dicoba sebagai permulaan.
Telur ceplok air yang klasik tapi cocok untuk dinikmati bersama roti panggang.
Sawi pokcoy yang di-poaching dengan kaldu lalu disiram saus gurih dari bawang putih goreng dan saus tiram.
Buah pir atau apel yang direbus dengan campuran air, gula pasir, kayu manis, dan cengkih akan menjadi hidangan penutup yang enak.
Ayam suwir hainan yaitu daging ayam iris yang di-poaching dalam kaldu jahe dan bawang putih.
Ikan Kuah Asam Manado atau ikan Pindang Serani yang menggunakan bumbu aromatik khas nusantara seperti bawang-bawangan, cabai, serai, jahe, daun kemangi, belimbing wuluh, kunyit, dan lain-lain.
Dari semua penjelasan dan tips poaching di atas menunjukkan bahwa teknik ini membutuhkan kontrol suhu yang pas. Dengan suhu yang pas dan stabil, titik didih air/kaldu bisa dijaga agar tetap konsisten dari awal sampai akhir proses. Artinya, performa kompor dalam menghasilkan api kecil yang stabil sangat dibutuhkan.
Kompor gas kaca Niko hadir dengan teknologi sistem pengapian yang menghasilkan api biru stabil. Burner yang dirancang presisi juga akan mendistribusikan panas lebih merata. Knop kompor yang responsif juga memungkinkan Anda mengatur suhu rendah dengan mudah tanpa khawatir api mudah mati atau naik-turun. Perangkat ini akan mendukung teknik masak apa saja, termasuk hidangan rendah lemak yang sehat seperti pada teknik poaching. Temukan penjelasan lebih lengkap terkait fitur dan teknologi yang ada dari website resmi Niko.
Lengkapi sajian sehat Anda dan keluarga dengan rice cooker Niko dan dispenser galon atas maupun bawah dari Niko. Keduanya sama-sama menggunakan elemen pemanas yang efektif sekaligus efisien energi listrik. Dapatkan lebih banyak info terkait fiturnya dari katalog online resmi di sini.