04 September 2026
Sumber: Niko Electronic
Bayangkan dapur yang baru selesai direnovasi. Kabinet tertata rapi, countertop bersih, pencahayaan hangat, dan kompor kaca terlihat begitu elegan di tengah kitchen set. Semuanya tampak sempurna, sampai Anda mulai memasak.
Bawang ditumis, minyak mulai panas, lalu bumbu masuk ke wajan. Tidak lama kemudian, aroma masakan mulai memenuhi ruangan. Uap naik dari panci, asap perlahan menyebar, sementara partikel minyak berpotensi menempel di area sekitar kompor.
Dapur yang tadinya terasa segar pun mulai pengap. Di sinilah banyak orang baru menyadari bahwa tudung hisap dapur bukan sekadar aksesori untuk mempercantik kitchen set. Perangkat yang juga dikenal sebagai cooker hood ini memiliki peran dalam membantu mengelola asap, uap, aroma, panas, dan partikel yang muncul selama aktivitas memasak.
Jika kompor merupakan tempat makanan bertemu panas, maka cooker hood menjadi perangkat yang membantu mengelola apa yang naik ke udara setelah proses tersebut berlangsung.
Tudung hisap dapur atau cooker hood adalah perangkat yang membantu menyerap asap, uap, aroma, serta partikel dari aktivitas memasak agar udara di sekitar area memasak lebih nyaman. Oleh karena itu, fungsi cooker hood bukan hanya menghilangkan asap. Perangkat ini dapat membantu mengelola berbagai kondisi yang muncul saat Anda memasak, seperti:
Asap dari proses pemanasan atau penggorengan
Uap dari makanan dan air yang dipanaskan
Aroma masakan yang kuat
Partikel minyak dari aktivitas menggoreng dan menumis
Panas yang terkumpul di sekitar area memasak
Kebutuhan tersebut semakin terasa pada dapur modern, terutama dapur terbuka yang menyatu dengan ruang keluarga, apartemen, atau rumah dengan ventilasi terbatas.
Namun, cooker hood tetap sebaiknya dipandang sebagai perangkat pendukung pengelolaan udara di area memasak, bukan pengganti keseluruhan sistem ventilasi rumah.
Baca juga: Inspirasi Dapur Minimalis dengan Kompor Tanam yang Elegan & Modern

Sumber: Niko Electronic
Kompor dan cooker hood sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Kompor menghasilkan panas, makanan dimasak lalu muncul asap, uap, aroma, dan partikel. Kemudian cooker hood membantu mengelola udara di atas area memasak.
Mengandalkan jendela atau ventilasi alami saja belum tentu memberikan hasil yang sama pada setiap dapur. Efektivitasnya dipengaruhi oleh desain ruang, arah aliran udara, posisi jendela, hingga intensitas memasak.
Oleh karena itu, memasangkan cooker hood untuk kompor gas dapat menjadi pertimbangan penting, terutama bagi Anda yang cukup sering memasak.
Tidak semua masakan menghasilkan kondisi udara yang sama. Menumis dapat menghasilkan aroma kuat, uap, serta partikel minyak. Menggoreng biasanya menghasilkan lebih banyak asap, panas, aroma, dan potensi percikan minyak. Sementara itu, grilling dapat menghasilkan asap dan aroma panggangan yang lebih intens.
Bagaimana dengan merebus? Walaupun relatif minim asap, proses ini tetap menghasilkan uap dan panas yang meningkatkan kelembapan di sekitar kompor.
Masakan dengan bumbu pekat pun dapat meninggalkan aroma yang lebih mudah menyebar ke ruangan lain. Itu artinya, semakin intens aktivitas memasak, semakin penting mempertimbangkan bagaimana udara di sekitar kompor dikelola.
Secara sederhana, perjalanan udara di dalam cooker hood dapat dibayangkan seperti ini: Makanan dipanaskan lalu asap dan uap naik, visor membantu mengarahkan aliran lalu motor kipas menarik udara. Kemudian filter menangkap partikel tertentu, lalu udara diproses melalui sistem pembuangan atau filtrasi sesuai model.
Salah satu komponen penting adalah motor kipas karena bagian ini menghasilkan daya hisap. Selain itu, filter juga berperan dalam menangkap partikel tertentu yang terbawa udara. Pada cooker hood, biasanya terdapat filter aluminium yang dapat dilepas dan dibersihkan. Beberapa varian biasanya juga dilengkapi kaca visor pengarah asap, sehingga kaca tersebut bukan sekadar elemen dekoratif.

BELI NIKO AERO COOKER HOOD DI SINI!
Memilih alat penghisap asap dapur tidak cukup hanya berdasarkan desain. Ukuran dan spesifikasi juga perlu disesuaikan dengan area memasak.
Niko menghadirkan lini NIKO AERO Cooker Hood dengan pilihan seperti ACH 60, ACH 70, dan ACH 80. Materi Niko menyebut ACH 70 memiliki lebar 700 mm, sedangkan ACH 80 memiliki lebar 800 mm.
Jadi, jangan berpikir bahwa ukuran terbesar selalu menjadi pilihan terbaik. Sesuaikan dengan lebar kompor, kabinet, layout dapur, spesifikasi daya hisap, dan kebiasaan memasak Anda.
Baca juga: Kompor Gas Praktis untuk Harian: Responsif, Presisi, dan Mudah Dibersihkan
Setelah membahas udara, jangan lupakan permukaan tempat Anda memasak. Kompor gas kaca Niko dapat menjadi pasangan yang menarik untuk cooker hood karena menggabungkan fungsi memasak dengan tampilan modern. Permukaan kaca juga mendukung tampilan kitchen set yang rapi dan elegan.
Konsepnya sederhana:
Kompor = sumber panas
Cooker hood = pengelola udara di area atas kompor
Setelah selesai memasak, cooker hood membantu menangani udara dari aktivitas memasak, sementara permukaan kompor perlu dibersihkan dari sisa minyak dan bahan makanan.
Di sinilah Niko Electronic membangun konsep dapur yang lebih menyeluruh, bukan hanya menghadirkan kompor kaca, tetapi juga perangkat pendukung untuk aktivitas rumah tangga.
Dan untuk memberikan rasa tenang dalam penggunaan kompor kaca Niko, tersedia Lifetime Glass Warranty dengan jaminan penggantian kaca 100% selama pemakaian kompor kaca Niko. Niko juga menyediakan Visit Free of Charge, yaitu gratis biaya kunjungan untuk penggantian kaca selama 2 tahun. Dijamin, masak tenang, kaca terlindungi.
Niko Electronic, rajanya kompor kaca dan penyedia peralatan elektronik rumah tangga berkualitas, menghadirkan ekosistem dapur yang menemani proses memasak dari persiapan hingga selesai.