01 Juli 2026
Sumber: Magnific
Semakin banyak keluarga mulai memilih pola makan yang lebih sehat tanpa mengurangi kenikmatan hidangan. Salah satu caranya adalah menggunakan teknik steaming, yaitu mengukus makanan agar tetap lezat sekaligus membantu menjaga kandungan nutrisinya.
Metode ini banyak digunakan oleh chef profesional, ahli gizi, hingga keluarga modern. Namun, agar hasil kukusan matang merata, diperlukan panas yang stabil selama proses memasak.
Lantas, apa itu teknik steaming, apa saja manfaatnya, dan bagaimana cara melakukannya dengan benar? Simak pembahasannya berikut.
Teknik steaming adalah metode memasak menggunakan uap panas yang berasal dari air mendidih tanpa membuat bahan makanan bersentuhan langsung dengan air. Uap tersebut akan mengalir mengelilingi makanan hingga matang secara perlahan dan merata.
Cara ini banyak digunakan karena mampu menghasilkan makanan yang tetap lembut dan tidak kehilangan terlalu banyak nutrisi.
Steaming menjadi salah satu metode memasak yang paling sering direkomendasikan dalam pola makan sehat. Prosesnya tidak membutuhkan banyak minyak sehingga cocok bagi Anda yang ingin mengurangi asupan lemak harian.
Selain itu, rasa asli bahan makanan juga tetap terjaga sehingga tidak perlu menggunakan terlalu banyak bumbu.
Saat air mendidih, uap panas akan naik dan memenuhi ruang kukusan. Uap inilah yang menghantarkan panas ke seluruh permukaan makanan hingga matang secara merata. Karena tidak terendam air, tekstur dan kualitas bahan makanan cenderung tetap terjaga.
Teknik steaming membantu mengurangi kontak langsung makanan dengan minyak maupun suhu yang terlalu tinggi. Hal ini membuat berbagai vitamin dan mineral lebih terjaga dibandingkan beberapa metode memasak lainnya. Karena itu, sayuran kukus sering menjadi pilihan dalam menu sehat sehari-hari.
Salah satu keunggulan utama steaming adalah tidak memerlukan minyak untuk proses memasaknya. Dengan begitu, asupan lemak tambahan dapat dikurangi tanpa mengurangi kenikmatan makanan. Cara ini sangat cocok bagi Anda yang sedang menjaga pola makan seimbang.
Sayuran yang dikukus umumnya tetap berwarna cerah dan memiliki tekstur yang renyah. Hal ini terjadi karena proses pemasakan berlangsung lebih lembut dibandingkan menggoreng atau merebus terlalu lama. Hasilnya, makanan terlihat lebih segar dan menggugah selera.
Pengukusan membuat cita rasa asli bahan makanan tetap terasa. Ikan, ayam, maupun sayuran memiliki rasa yang lebih natural tanpa tertutup minyak berlebih. Anda cukup menambahkan rempah atau bumbu sederhana agar hidangan semakin nikmat.

Sumber: Pexels
Brokoli, wortel, buncis, jagung, hingga kembang kol merupakan pilihan yang sangat cocok dikukus. Sayuran tersebut tetap renyah sekaligus mempertahankan warna alaminya. Kandungan gizinya pun relatif lebih terjaga.
Steaming membantu menjaga kelembutan daging ikan maupun seafood. Teksturnya tidak mudah hancur dan tetap terasa juicy setelah matang. Karena itu, metode ini sering digunakan untuk memasak ikan fillet maupun udang.
Daging ayam tanpa kulit menjadi salah satu menu sehat yang sering dikukus. Proses ini membantu menjaga kelembapan daging sehingga tidak mudah kering. Hasil akhirnya tetap empuk dan lezat.
Berbagai jenis dimsum, bakpao, siomai, hingga kue tradisional juga menggunakan teknik steaming. Uap panas membuat adonan matang secara merata tanpa kehilangan tekstur lembutnya. Tak heran jika metode ini menjadi andalan dalam berbagai hidangan khas Asia.
Banyak menu MPASI maupun makanan diet menggunakan metode kukus. Selain lebih sehat, makanan juga menjadi lebih mudah diolah menjadi tekstur yang sesuai kebutuhan. Hal ini membuat steaming semakin populer di kalangan keluarga modern.
Perbedaan utama terletak pada media penghantar panasnya. Steaming menggunakan uap panas, sedangkan merebus membuat makanan terendam langsung di dalam air. Perbedaan ini berpengaruh terhadap hasil akhir makanan.
Karena tidak bersentuhan langsung dengan air, sebagian nutrisi pada makanan cenderung lebih terjaga saat dikukus. Sebaliknya, beberapa vitamin yang larut dalam air dapat ikut larut selama proses perebusan. Oleh karena itu, banyak orang memilih steaming untuk menu sehat.
Makanan hasil kukusan biasanya memiliki tekstur yang lebih padat namun tetap lembut. Warnanya juga cenderung lebih cerah dan menarik. Sementara itu, bahan yang direbus terlalu lama berisiko menjadi terlalu lunak.
Steaming cocok untuk sayuran, ikan, ayam, dimsum, hingga MPASI. Sebaliknya, merebus lebih sesuai untuk membuat sup, kaldu, atau hidangan berkuah. Memilih metode yang tepat akan membantu menghasilkan masakan dengan kualitas terbaik.
Baca juga: Perbandingan Harga Chopper dan Tips Memilih yang Berkualitas untuk Dapur

Selain kompor, beberapa peralatan dapur juga dapat membantu proses memasak sehat menjadi lebih mudah dan efisien.
Rice cooker tidak hanya digunakan untuk memasak nasi. Banyak menu sehat seperti oatmeal, bubur, nasi merah, hingga sayuran kukus sederhana juga dapat dibuat dengan lebih praktis menggunakan rice cooker.
Ketel listrik membantu menyediakan air panas dalam hitungan menit. Air panas dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membuat teh, menyeduh oatmeal, hingga mempersiapkan air untuk proses memasak sehingga aktivitas di dapur menjadi lebih efisien.
Agar hasil masakan semakin maksimal, beberapa tips berikut bisa Anda terapkan.
Bahan segar memiliki tekstur dan rasa alami yang lebih baik. Hasil kukusan pun akan terasa lebih manis, lembut, dan menggugah selera.
Jahe, bawang putih, daun bawang, lada, atau irisan jeruk nipis dapat memperkaya cita rasa tanpa perlu banyak minyak. Cara ini membuat makanan tetap sehat sekaligus lebih nikmat.
Potongan yang sama besar membantu seluruh bagian matang secara bersamaan. Risiko ada bagian yang terlalu matang atau masih mentah pun dapat dikurangi.
Pastikan air tidak habis sebelum proses selesai. Bila perlu, tambahkan air panas agar produksi uap tetap stabil.
Kompor yang menghasilkan api stabil membantu mempertahankan suhu kukusan selama proses memasak. Dengan begitu, makanan matang lebih merata dan waktu memasak menjadi lebih efisien.
Teknik steaming menjadi pilihan banyak orang karena mampu menghasilkan makanan yang tetap lezat sekaligus membantu menjaga kandungan nutrisinya. Agar hasil kukusan matang merata, kunci utamanya adalah panas yang stabil selama proses memasak.
Kompor gas kaca Niko menghadirkan api yang stabil sehingga menghasilkan uap secara konsisten, ideal untuk pengukusan dalam waktu lama. Lengkapi juga dapur Anda dengan rice cooker dan ketel listrik Niko agar aktivitas memasak sehat semakin praktis setiap hari.
Ingin menghadirkan dapur modern yang mendukung gaya hidup sehat? Kunjungi website resmi Niko Electronic atau belanja hemat di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop Official Niko. Dengan performa andal dan desain elegan, kompor gas kaca Niko siap menemani setiap kreasi masakan sehat Anda.