06 Juli 2026
Sumber: jcomp di Magnific
Sebagian besar orang percaya bahwa masak adalah seni dan sebagian yang lain menjadikan kegiatan tersebut sebagai cara memenuhi kebutuhan pokok terhadap makanan. Apapun cara memaknai masak, hasil masakan yang enak, lezat, dan bernutrisi adalah tujuan yang sama. Untuk mencapai tujuan utama tersebut, sangat penting memahami teknik pengolahan makanan dasar. Setiap teknik memasak memiliki tujuan, karakteristik, dan kebutuhan peralatan yang berbeda. Dengan memahami beberapa jenis teknik yang penting, siapa saja dapat meningkatkan kualitas masakan setiap hari.
Anda dapat mengikuti resep chef atau tips viral dari media sosial. Namun hasilnya bisa berbeda jika faktor alat atau cara masaknya kurang tepat. Dari sini, memahami sedikit dari banyaknya teknik pengolahan makanan sangat disarankan. Tidak menutup kemungkinan Anda bisa menjadi chef terbaik di keluarga tanpa harus sekolah masak.
Teknik pengolahan makanan adalah metode untuk mengubah bahan makanan mentah menjadi hidangan setengah jadi atau hidangan siap santap yang aman dikonsumsi. Tidak hanya aman bagi pencernaan, tapi juga enak dinikmati karena memiliki tekstur, rasa, dan aroma tertentu. Proses pemanasan, pendinginan, hingga pencampuran beberapa bahan akan memengaruhi nilai gizi dan tampilan makanan.
Beberapa jenis teknik pengolahan makanan dasar yang biasa digunakan di rumah tangga Indonesia adalah menumis, menggoreng, merebus, memanggang, hingga menyajikannya. Tentu saja setiap teknik tersebut tidak akan dibahas menyeluruh dalam pembahasan ini. Namun Anda akan mendapat ringkasan singkat dari masing-masing teknik tersebut. Termasuk sedikit faktor yang memengaruhinya seperti suhu, waktu, bahan baku, hingga peralatan yang digunakan.
Mengolah makanan memang tidak dimulai dari kita menyalakan kompor. Secara garis besar, teknik pengolahan makanan terdiri dari 3 tahapan utama yaitu persiapan bahan, proses memasak, dan penyajian. Setiap tahapan memiliki jenis teknik yang beragam dan kadang butuh kombinasi dari beberapa teknik sekaligus.
Tahap persiapan bahan terdiri dari mencuci, mengupas, memotong, mencincang, menghaluskan, hingga marinasi bahan makanan. Mulai dari bumbu, bahan aromatik, bahan utama, hingga bahan pelengkapnya. Biasa dikenal dengan meal preparation, tahapan ini bisa dilakukan beberapa jam atau hari sebelum tahapan memasak.
Lalu tahap kedua yaitu memasak, proses mengolah makanan yang membutuhkan suhu dan waktu tertentu. Kita akan membahas tahapan ini lebih detail setelah ini. Setelah melalui proses masak, makanan akan melalui proses finishing dengan menyajikannya. Sebagian jenis hidangan bisa langsung disantap begitu dituang pada mangkok atau piring (plating). Namun ada juga yang perlu dihias (garnish) dan digabungkan dengan kondimen lain seperti sambal, cocolan, saus, kerupuk, dan lain sebagainya untuk meningkatkan pengalaman makan yang optimal.

Sumber: Magnific
Cairan yang digunakan harus mendidih atau lebih dari 100 derajat celcius. Bahan makanan yang direbus akan lunak secara efektif, merata, dan lebih sehat karena lebih rendah kalori. Teknik ini juga mudah dipelajari dengan memahami lama waktunya merebus berdasarkan tekstur dan jenis bahan makanan.
Teknik ini menggunakan api kecil atau saat suhu cairan di bawah titik didih (85-95 derajat celcius). Proses perebusan simmering harus dilakukan perlahan atau butuh waktu yang lebih banyak dibanding boiling. Simmering dapat mendukung bumbu lebih terserap dengan baik sekaligus mencegah nutrisi hilang akibat suhu tinggi.
Berikutnya ada teknik mengukus yang memanfaatkan uap air panas yang dihasilkan dari cairan mendidih di bawahnya. Bahan makanan tidak tersentuh cairan langsung sehingga kandungan vitamin dan mineralnya bisa dipertahankan. Selain itu, hasilnya tidak hanya empuk tapi juga menonjolkan rasa alami bahan tersebut.
Mirip dengan boiling, bedanya cara ini menggunakan sedikit cairan yang hangat (bukan mendidih). Karena menggunakan suhu rendah (70-80 derjat celcius), teknik ini cocok untuk bahan makanan lembut seperti telur dan ikan. Makanan matang namun masih memiliki tekstur halus dan utuh.
Baking adalah proses memanggang dengan oven dari struktur bahan awal yang tidak berbentuk seperti adonan basah menjadi bentuk yang lebih padat. Sedangkan roasting adalah memanggang dengan oven juga, tapi bahan makanannya sudah memiliki struktur yang jelas seperti daging. Dengan suhu di atas 150 derajat celcius, makanan akan kering dan renyah pada proses roasting dan adonan menjadi matang, berongga, dan lembut pada proses baking.
Pada proses ini, makanan akan terpapar panas atau bara api dalam suhu yang tinggi secara langsung. Makanan diletakkan pada jeruji besi dan pemanasan berasal dari bawah, baik itu dengan arang maupun dengan kompor gas. Metode ini akan membuat makanan renyah, punya aroma asap atau smoky yang khas, serta bagian luarnya renyah dan lembut/juicy pada bagian dalam.
Mirip dengan grilling, broiling adalah memanggang makanan dari atas dengan radiasi panas langsung dari oven. Permukaan makanan akan matang, memiliki crust kecoklatan yang menambah ragam tekstur suatu hidangan, serta membuat bahan lembut seperti keju meleleh sempurna tanpa membuat bagian dalamnya overcooked. Cara ini juga cocok untuk potongan daging tipis, irisan ikan pada susyi, hingga membuat lapisan karamel tipis dari gula.
Deep Frying – Menggoreng dengan banyak minyak sampai makanan terendam sepenuhnya. Bagian luar dan dalam akan matang sempurna secara efektif dan efisien.
Shallow Frying – Menggoreng dengan sedikit minyak sehingga makanan hanya terendam sepertiga atau setengahnya. Selain lebih hemat minyak, metode ini juga menghambat makanan menyerap banyak minyak goreng.
Pan Frying – Menumis makanan dengan sedikit sekali minyak (bisa juga dengan mentega/margarin) dengan api sedang. Bahan makanan biasanya berukuran besar dalam beberapa potong saja dan hanya dibalik 1-2 kali.
Stir Frying – Menumis dengan sedikit minyak atau lemak secara singkat untuk bahan makanan yang dipotong kecil, ukurannya seragam, dan cenderung tipis. Makanan dipanaskan dengan suhu tinggi dan harus terus diaduk (tossed) selama proses ini.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa teknik pengolahan makanan tidak hanya didasarkan pada tekstur atau rasa apa yang diinginkan dari suatu bahan makanan. Tapi ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan. Di antaranya adalah jenis bahan makanan dengan karakteristiknya masing-masing dan alat yang tersedia.
Setiap teknik yang dipilih akan menghasilkan hidangan yang optimal ketika menggunakan suhu dan alat masak yang tepat. Selain itu, penting juga memahami cara, tahapan, dan tips agar rasa, aroma, dan tekstur yang diharapkan bisa terwujud.

Dengan banyaknya teknik pengolahan makanan yang ada, sumber panas yang Anda gunakan menjadi hal yang penting. Niko Electronic sebagai penyedia perabotan rumah tangga terpercaya di Indonesia hadir dengan beragam alat dapur yang bisa diandalkan. Semuanya sudah hadir dengan teknologi baru, desain yang ergonomis dan estetik, serta material yang tahan lama dan mudah dibersihkan.
Mulai dari kompor gas kaca dengan api biru yang stabil, blender dan chopper dengan mata pisau stainless steel yang kuat, cooker hood dengan motor penghisap kuat untuk menyerap asap berlebih saat memasak, hingga rice cooker untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi menanak nasi dan mengukus makanan. Dapatkan semua detail model, seri, dan spesifikasinya dari website resmi Niko atau katalog online-nya.