27 Agustus 2026
Sumber: img.taste.com.au
Daging merah adalah bahan berkualitas yang nutrisinya tinggi sekaligus enak ketika diolah menjadi hidangan berkuah yang kaya bumbu. Menu seperti semur daging, rendang basah, hingga beef stew menjadi favorit banyak keluarga di Indonesia. Sayangnya ketika mencoba membuatnya sendiri di rumah, hasilnya tidak mirip dengan saat beli di restoran. Bahkan dagingnya keras, alot, kuahnya menyusut terlalu banyak, dan bumbunya hanya terasa pada permukaannya. Jika Anda ingin mencoba resep olahan daging berkuah, pelajari teknik masak braising untuk membuat daging lunak secara bertahap sembari menyerap kaldu dan bumbunya.
Teknik masak braising adalah metode masak yang menggabungkan proses menumis dan merebus dengan sedikit cairan. Selain ditumis, bahan pangan juga bisa dipanggang terlebih dahulu baru kemudian memasaknya dalam kaldu atau santan berbumbu. Seluruh prosesnya menggunakan api kecil dan memang butuh waktu yang cukup lama. Teknik ini sangat cocok untuk potongan daging yang berukuran sedang hingga besar. Daging akan matang perlahan dan bumbu yang kompleks akan terserap ke dalam, membuat hidangan memiliki rasa yang kaya. Mari memahami teknik masak ala restoran ini agar Anda bisa mempraktikkannya di rumah.
Cara masak ini memang identik dengan bahan daging merah. Namun ternyata Anda bisa mengolah bahan lain seperti daging putih, boga bahari, dan bahkan sayuran. Teknik masak braising memang sering diterapkan di restoran mahal karena hasilnya sangat nikmat. Kuah yang pekat dan kaya rasa menyatu dengan tekstur bahan pangan utama yang nikmat. Bahkan Anda akan mencium aroma masakan yang lebih kaya dari awal hidangan disajikan dibandingkan metode masak lain.
Braising juga memungkinkan bumbu dan rempah meresap perlahan selama proses memasak. Dalam waktu yang sama, serat daging sedikit demi sedikit melunak tapi tidak membuatnya hancur. Panas rendah yang digunakan juga akan membantu jaringan kolagen pada daging berubah menjadi gelatin yang lembut. Anda akan mendapati daging lembut tapi tetap lembab (juicy).
Kabar baiknya teknik ini bisa diterapkan di rumah dengan alat dan bahan yang biasa kita temukan. Dengan teknik menumis/memanggang yang tepat, pengaturan suhu yang tepat, dan waktu masak yang pas, Anda bisa memasak menu ala restoran di rumah.
Meskipun kelihatannya sama-sama direbus, ketiga teknik tersebut memiliki proses awal dan jumlah air yang berbeda. Selain itu, ukuran bahan yang diproses juga relatif berbeda. Berikut ini tabel perbedaannya agar Anda semakin mudah memahaminya.
Teknik | Ukuran Bahan | Jumlah Cairan | Proses Awal |
|---|---|---|---|
Braising | Potongan besar atau utuh | Sedikit (1/3 atau ½ bagian bahan) | Bahan utama ditumis/dipanggang dulu dengan sedikit minyak |
Stewing | Potongan kecil dan kadang berbentuk dadu | Banyak sampai bahan terendam sepenuhnya | Hanya bumbu yang ditumis dan bahan utama dimasukkan setelah cairan dan bumbu bercampur |
Simmering | Potongan sedang yang seragam | Banyak sampai merendam seluruh bahan | Cairan mendidih dahulu kemudian api dikecilkan, barulah bahan utama masuk |
Lebih lanjut soal teknik masak braising, Anda bisa menerapkannya di rumah dengan alat yang biasa digunakan pada teknik pengolahan makan lain. Simak langkah-langkahnya berikut ini.
Siapkan bahan yang akan dimasak mulai dari bumbu hingga bahan utamanya. Potong daging merah atau putih (unggas) dengan ukuran besar. Kemudian untuk cairannya, Anda bisa menggunakan kaldu ayam, kaldu ikan, atau kaldu sayur.
Untuk alat, pastikan Anda menggunakan panci yang memiliki tutup rapat agar suhu rendahnya terkunci di dalam panci.
Setelah semuanya siap, panaskan sedikit minyak di dalam panci dengan api sedang. Lalu masukkan daging dan panggang/tumis sampai permukaannya cokelat keemasan dan tercipta lapisan renyah yang gurih.
Angkat daging, kemudian tumis bumbu aromatik dengan minyak bekas memanggang daging tadi sampai harum.
Masukkan kembali daging lalu tambahkan cairan (air/kaldu) sampai terendam sebagian.
Kecilkan api lalu tutup panci dengan rapat. Masak dalam waktu 1 sampai 3 jam tergantung jenis dan ukuran bahan utama. Sayuran dan boga bahari memiliki waktu masak yang lebih singkat dibanding daging merah dan unggas.
Setelah beberapa jam, tes tekstur daging dengan garpu. Jika daging terasa lembut, proses braising Anda berhasil.
Anda perlu mengeluarkan daging terlebih dahulu jika ingin membuat kuahnya lebih kental. Untuk mengentalkan kuah, Anda bisa menaikkan level api dan rebus kuah sampai menyusut atau sampai konsistensi yang diinginkan.
Selain mengikuti panduan teknik masak braising di atas, usahakan juga Anda tidak melakukan kesalahan yang sering diremehkan berikut ini.
Pemilihan daging yang tidak memiliki lemak dan minim jaringan ikat seperti daging has dalam dan dada ayam. Karakter bahan utama tersebut justru akan kering, berserat, dan keras jika dimasak dengan teknik braising.
Suhu api terlalu besar membuat serat daging mengkerut dengan cepat dan cairan/kelembapan alami bahan keluar semua sehingga tekstur akhirnya akan alot.
Cairan yang terlalu banyak akan membuat bumbu hambar dan proses pembentukan uap panas tidak optimal. Padahal proses braising membutuhkan uap panas yang terkunci di dalam panci untuk mendorong molekul bumbu masuk hingga bagian daging yang paling dalam.
Tidak memanggang/menumis daging terlebih dahulu akan membuat rasa masakan kurang gurih dan warnanya kurang menarik.
Panci yang tidak tertutup rapat dan/atau sering dibuka-tutup bisa membuat uap panasnya keluar dan cairan akan cepat habis sebelum dagingnya empuk. Bahkan pada beberapa kasus bahan utamanya jadi gosong.

Dengan waktu masak yang lama dan suhu yang harus terjaga, teknik braising akan sangat sulit berhasil jika kompor yang digunakan tidak bisa memenuhi kedua faktor penting tadi. Salah satu kompor yang akan mendukung seluruh proses braising adalah kompor gas kaca Niko. Berikut ini adalah beberapa alasannya.
Sistem pembakarannya menghasilkan api biru tornado yang stabil untuk menjaga suhu cairan di dalam panci konsisten.
Knop responsif memungkinkan Anda menggunakan api kecil tanpa khawatir apinya mati.
Pan support-nya mampu menahan beban panci dengan stabil meskipun waktu masak lama.
Permukaan utamanya menggunakan kaca temper 7 mm yang tahan panas dan tidak berubah bentuk meskipun digunakan selama berjam-jam. Material ini juga mudah sekali dibersihkan dari cipratan minyak atau kuah berbumbu kental hanya dengan diusap lembut.
Lengkap sekali, bukan? Kunjungi website resmi Niko untuk informasi seri dan spesifikasinya.
Bila perlu, tingkatkan efektivitas dan efisiensi persiapan bahan dan bumbu masakan dengan chopper Niko. Dengan mata pisau stainless steelnya yang kuat, perangkat ini mampu memproses banyak jenis bahan pangan. Buka katalog online Niko untuk varian perangkat dapur lainnya.