21 Mei 2026
Sumber: azerbaijan_stockers di Magnific
Masak nasi memang mudah untuk orang yang terbiasa melakukannya, baik dengan penanak nasi maupun dengan panci dan kompor gas. Namun ada kondisi yang membuat hasilnya terlalu lembek atau malah pera atau kering dan kesalahannya sering tidak disadari. Setelah dicek, masalahnya bukan dari alat yang digunakan. Pada kasus tertentu, orang yang masak nasi sering kurang menyesuaikan takaran air masak nasi dengan jenis beras yang digunakan. Bisa juga karena porsinya tidak seperti biasanya sehingga takaran airnya tidak pas. Jangan mengira-ngira, pahami metode sederhana mengukur takaran air masak nasi berikut ini.
Untuk mendapatkan nasi yang matang merata dan pulen sempurna, ada beberapa faktor yang harus dipenuhi. Di antaranya adalah jenis beras, cara masak yang dipilih, kontrol panas saat proses memasak, dan takaran air itu sendiri. Pahami tips dan rekomendasinya sampai selesai agar nasi pulen Anda lebih konsisten.
Takaran umum untuk nasi putih dengan kualitas menengah adalah 1:1,2 atau 1:1,5 (beras:air). Artinya, setiap 1 gelas atau cup beras, butuh setidaknya 1,2 – 1,5 gelas air. Takaran air masak nasi tersebut tentu sangat tergantung pada jenis beras yang dimasak dan tekstur yang diinginkan.
Masak nasi dengan penanak atau rice cooker biasanya dibekali dengan cup dengan informasi skala. Selain itu, skala ini juga tercantum pada panci pemasaknya sehingga proses mengukur takaran air dan berasnya lebih mudah. Tidak hanya mudah, Anda juga akan mendapatkan pengukuran yang lebih presisi untuk hasil yang konsisten. Metode pengukuran ini memang paling disukai karena siapa saja bisa masak nasi, termasuk pemula.
Lalu, bagaimana jika cup pengukurnya hilang dan/atau skala pada panci sudah pudar? Bagaimana jika kita masak nasi dengan panci biasa dan kompor gas?
Metode kedua yang tidak kalah populer karena kepraktisannya adalah dengan jari kita masing-masing. Siapa saja yang masak nasi tidak butuh alat pengukuran tambahan karena hanya dengan jari tangan. Setelah nasi dicuci, tambahkan air hingga 1 ruas jari di atas beras. Hasil dari metode ini hampir selalu berhasil, terutama jika masak nasi dengan rice cooker.
Cara pengukuran yang praktis di atas mungkin masih memiliki celah kesalahan karena ukuran ruas jari setiap orang bisa berbeda. Artinya, ketika orang yang masak berbeda, hasilnya juga akan berbeda. Meskipun begitu ada faktor lain yang juga memengaruhi perbedaan takaran air masak nasi, baik itu masak dengan penanak nasi maupun dengan kompor gas.
Pertama, faktor yang datang dari beras itu sendiri. Jenis beras pulen seperti beras putih yang bulirnya cenderung bulat biasanya butuh lebih sedikit air untuk hasil nasi yang lembut. Sedangkan beras dengan bentuk memanjang ramping seperti beras merah, beras basmati, dan beras japonica umumnya butuh lebih banyak air jika tidak ingin hasilnya terlalu pera.
Selain itu, beras yang kondisinya baru biasanya memiliki kelembapan yang masih ideal sehingga takaran air normal sudah cukup. Namun untuk beras yang lama butuh takaran air lebih banyak agar hasilnya tidak kering.
Faktor kedua adalah cara masak yang dipilih. Menanak nasi dengan rice cooker memungkinkan Anda masak nasi secara otomatis sehingga kami tidak akan membahasnya lebih lanjut. Sedangkan masak nasi dengan kompor gas membutuhkan beberapa indikator yang apabila tidak terpenuhi salah satunya, hasilnya jadi kurang maksimal. Salah satu indikator tersebut adalah kontrol panas yang tepat dari api kompor gas. Mari kita bahas lebih lanjut.
Untuk Anda yang akan mempraktikkan masak nasi dengan panci dan kompor gas, takaran airnya perlu diperhatikan lebih detail. Selain itu, pastikan juga Anda menggunakan panci yang memiliki tutup rapat. Kunci untuk menghasilkan nasi pulen dengan kompor adalah kontrol panas yang stabil dan pengaturan waktu masak.
Cuci beras kira-kira 2-3 kali atau sampai dirasa sudah bersih. Langkah ini untuk mengurangi pati alaminya agar tidak berlebihan. Jangan lupa untuk meniriskannya secara maksimal agar takaran airnya bisa pas.
Kemudian tambahkan air dengan takaran 1 bagian beras : 1,5 bagian air. Jika Anda menggunakan gelas belimbing misalnya, maka untuk 1 gelas beras tambahkan 1,5 gelas belimbing air. Anda juga bisa menggunakan metode pengukuran dengan ruas jari dan menyesuaikannya sedikit tergantung jenis dan kondisi beras yang akan dimasak.
Masak beras dan air tadi di atas kompor dengan posisi panci sudah tertutup rapat. Gunakan api sedang selama kurang lebih 10 menit atau sampai mendidih dan airnya menyusut. Anda bisa mengaduknya sedikit saat proses ini berlangsung.
Lalu turunkan intensitas api hingga level paling kecil atau api lilin. Jangan buka tutup panci dan masak selama 10-15 menit agar matang dan pulen menyeluruh. Proses penanakan ini mengikuti mekanisme rice cooker di mana panas harus stabil.
Kemudian matikan kompor namun panci harus tetap tertutup selama kurang lebih 10 menit. Tahap akhir ini yang akan membuat nasi pulen, tidak terlalu lembek, dan tidak lengket pada panci.

Dalam urutan langkah masak nasi dengan kompor gas di atas, tidak hanya kesesuaian takaran air yang penting. Terlihat jelas bahwa kontrol dan stabilitas api juga sangat berpengaruh. Api yang terlalu besar pada tahap awal bisa membuat airnya cepat habis dan nasi cenderung kering terutama pada bagian bawahnya. Sedangkan api yang terlalu kecil atau tidak stabil selama proses penanakan akan membuat nasi jadi lembek.
Salah satu kompor gas yang menghadirkan kemudahan mengontrol api dan menjaga stabilitasnya adalah kompor gas kaca Niko. Melalui kenop yang ergonomis, api biru tornado Niko mudah diatur transisinya dari level besar, sedang, dan kecil. Api lilinnya juga stabil dengan panas yang tersebar merata sehingga kematangan nasi lebih menyeluruh.
Selain itu, kompor gas kaca Niko juga sudah menggunakan teknologi yang membuat burner tetap bekerja optimal meskipun semuanya menyala. Sistem pembakaran yang efektif akan membuat penggunaan gas LPG lebih efisien. Kompor gas kaca Niko membuat Anda lebih fleksibel masak nasi karena tidak bergantung pada listrik.
Namun jika Anda ingin alat masak yang praktisnya optimal, Niko juga menghadirkan rice cooker tahan lama. Dengan teknologi pemanasan 3D dari berbagai sisi (bawah, atas, dan samping), proses memasak jadi lebih cepat dan efektif waktu karena distribusi panas yang merata. Hasil masak nasi dengan rice cooker juga lebih konsisten.
Dengan sedikit perhatian pada detail, Anda bisa menghadirkan nasi pulen sempurna setiap hari. Dapatkan lebih banyak informasi seputar seri, model, dan spesifikasi kompor gas kaca Niko dan rice cooker Niko dari website resminya di sini.