21 Mei 2026
Sumber: indonesia.travel
Nasi uduk adalah salah satu menu nusantara yang memiliki banyak penggemar. Rasanya yang gurih, ringan, dan harum sangat cocok dihidangkan bersama beragam jenis protein seperti ayam goreng, tempe orek, hingga telur balado. Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, bahkan dengan penanak nasi elektrik sekalipun. Sayangnya, sebagian orang belum menemukan rasa dan aroma yang pas meskipun sudah mencoba beberapa resep. Padahal salah satu kunci nasi uduk yang wangi dan lezat ada pada bumbu yang ditumis terlebih dahulu. Ikuti resep nasi uduk rice cooker yang menggugah selera berikut ini.
Masak nasi dengan rice cooker memang bisa dikatakan anti-gagal. Termasuk dalam membuat nasi uduk, menggunakan rice cooker itu bisa dan sangat praktis. Namun membuat hasilnya maksimal perlu memperhatikan dua hal utama. Faktor yang dimaksud adalah bumbu yang ditumis sebelum dicampur beras dan menambahkan air dan santan sesuai takaran. Mari memahami alasannya lebih detail.
Bumbu dasar yang dibutuhkan untuk membuat nasi uduk adalah bawang merah, bawang putih, daun salam, serai, dan santan. Sebagian bumbu tersebut sebaiknya ditumis terlebih dahulu untuk mengeluarkan aroma dan minyak alaminya secara maksimal untuk rasa yang lebih mantap dan ‘nendang’. Selain itu, bumbu yang ditumis juga akan mengurangi bau langu dari santan dan bawang itu sendiri. Tumisan bumbu ini nantinya juga akan menghambat nasi uduk cepat basi. Apabila bumbu tidak ditumis, nasi uduk tetap matang namun hasilnya cenderung kurang wangi.
Kemudian takaran air yang pas menjadi sangat penting karena Anda akan menambahkan santan cair. Artinya, perbandingan air dan santan harus pas untuk menghasilkan nasi uduk yang pulen. Santan sendiri memiliki massa yang lebih berat dibanding air sehingga campurannya dengan air perlu sesuai agar nasi tidak lembek tapi rasanya tetap gurih dan mantap. Selain itu, kandungan minyak alami santan juga membuat penyerapan air oleh beras sedikit lebih lambat sehingga menambahkan air sedikit lebih banyak juga disarankan.
- 2 cup beras (sekitar 300 – 380 gram)
- 400 – 450 ml campuran air dan santan
- 2 lembar daun salam
- 1 batang serai yang sudah dimemarkan
- Garam secukupnya
- 4 siung bawang merah
- 2 siung bawang putih
Cuci beras hingga bersih dan buang airnya hingga benar-benar tiris agar takarannya sesuai.
Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum. Kemudian masukkan daun salam dan serai, lalu aduk sebentar hingga aromanya keluar.
Masukkan campuran air dan santan ke dalam rice cooker. Lalu masukkan juga bumbu tumis tadi dan sedikit garam. Aduk agar bumbunya bercampur rata dengan air dan santan.
Tutup lalu nyalakan rice cooker pada mode ’cook’ dan masak hingga matang.
Begitu rice cooker pindah ke mode ‘warm’, buka rice cooker lalu aduk nasi agar santannya tidak mengendap. Tutup kembali dan biarkan nasi uduk lebih tanak pada mode ‘warm’ selama kurang lebih 10 menit.
Setelah selesai, nikmati nasi uduk bersama taburan bawang goreng dan lauk pelengkap lainnya.
Sebagai tips tambahan, sebaiknya Anda menggunakan santan yang segar dan berkualitas bagus. Anda tidak perlu menambahkan air putih jika menggunakan santan hasil memeras sendiri dengan kekentalan sedang. Namun jika Anda menggunakan santan instan yang cenderung sangat kental, pastikan tidak ada santan yang menggumpal ketika dicampur dengan air.
Aroma nasi uduk yang wangi dan menggugah selera ditentukan saat proses menumis bumbu. Api kompor yang terlalu kecil kurang bisa mengeluarkan aroma alami setiap bahan bumbu. Sedangkan api yang terlalu besar bisa membuatnya cepat gosong sebelum rasanya keluar. Lalu api yang tidak stabil akan membuat kematangan bumbu tidak merata. Untuk itu, performa kompor dalam memberikan api ikut memengaruhi optimalisasi proses penanakan nasi.
Teknik menumis bumbu ini tetap penting meskipun Anda masak nasi uduk dengan panci dan kompor gas. Bahkan peran kompor yang stabil dan panasnya merata akan jauh lebih dibutuhkan dibanding ketika masak nasi uduk dengan rice cooker.

Bicara soal stabilitas api dan distribusi panas yang merata, kompor kaca Niko bisa diandalkan soal kebutuhan tersebut. Niko memiliki teknologi pembakaran yang memungkinkan nyala api biru tornado konsisten dan merata. Burner fungsionalnya tetap menghasilkan nyala api yang sama meskipun semua tungku pembakaran dinyalakan. Dengan keunggulan tersebut, menumis bumbu akan lebih cepat matang, aromanya keluar maksimal, dan tidak gosong sebagian.
Tidak hanya menumis bumbu nasi uduk, performa kompor Niko juga akan mendukung banyak jenis teknik masak menumis lainnya. Nyala api biru yang stabil ini juga sudah menggunakan material kaca temper yang tahan panas sekaligus mudah dibersihkan. Cipratan minyak dan bumbu lebih mudah diusap atau dilap dengan kain lembut.
Lalu untuk rice cooker-nya sendiri, Niko juga hadir dengan teknologi pemanasan 3D pada seluruh sisi. Menanak nasi jadi lebih cepat karena panasnya efektif. Selain itu, inner pot anti-lengketnya juga membuat nasi uduk lebih mudah diaduk tanpa takut menghasilkan kerak.
Baik kompor gas kaca maupun rice cooker Niko hadir dengan banyak variasi model, seri, dan fitur tambahannya. Anda dapat mengakses katalog online resminya di sini. Selain itu, dapatkan juga berbagai resep masak nasi dan tips masak lainnya dari melalui website resmi Niko.