25 Januari 2026
Sumber: kompas.com
Mie adalah bahan makanan yang fleksibel sekali diolah dan hampir semua orang suka dengan olahan mie. Salah satu menu mie yang sedang populer dari Asia Tenggara adalah Laksa Singapura. Hidangan yang menjadi simbol kuliner negara Singapura ini banyak digemari karena kuah santan kentalnya yang kaya akan rempah. Disajikan bersama pugas (topping) protein yang lengkap, seperti udang, ayam, tauge, tahu, fish cake, hingga telur rebus membuatnya semakin nikmat disantap. Tidak perlu jauh-jauh ke negara asalnya, mari membuat sendiri dengan mengikuti resep Laksa Singapura di bawah ini.
Beberapa tantangan yang sering muncul dalam membuat Laksa Singapura memang kadang menghambat orang-orang untuk mencoba membuatnya sendiri dari rumah. Tantangan tersebut di antaranya adalah santan yang mudah pecah, kuah yang terasa kurang lembut, dan bumbu yang tidak tercampur rata. Semua hal tadi bisa disebabkan oleh satu masalah yaitu api kompor yang tidak bisa dikontrol besar-kecilnya. Simak trik rahasia resep Laksa Singapura yang kaya rasa lainnya dalam pembahasan ini.
Laksa Singapura adalah hidangan berkuah yang cukup kompleks, baik bumbu yang digunakan maupun bahan dasar kuahnya. Kunci dari menu ini adalah kuahnya yang berasal dari hasil kombinasi antara santan, kaldu, dan pasta bumbu berempah. Dalam mengolahnya pun kuah tersebut perlu proses simmering atau mendidihkan secara perlahan untuk menghasilkan perpaduan kaldu dan santan yang selaras.
Berbeda dengan merebus biasa, simmering tidak membutuhkan api yang besar sampai air atau kuahnya bergejolak. Justru kuah harus dimasak dengan api kecil yang stabil hingga mendidih yang sifatnya bergelembung pelan. Ketika panas api tidak tepat, bumbu dan santan akan ‘terpisah’ dan akhirnya tekstur kuahnya menjadi kurang lembut.
Dalam dunia masak, teknik simmering dilakukan dengan tujuan mengekstraksi rasa dari apa yang sedang diolah. Teknik ini akan membantu mengeluarkan sari-sari daging, tulang, bahkan sayuran tanpa membuatnya keruh. Termasuk santan dan bumbu rempah yang mudah hancur atau pecah jika direbus dengan api besar. Selain itu, panas yang konsisten akan menjaga rasa bumbu dan rempah tetap menyatu karena terhindar dari penguapan berlebihan.
Dari sisi keamanan bahan pangan pun, panas konsisten dibutuhkan untuk membunuh bakteri dan mencegahnya berkembang biak kembali setelah masakan matang. Hal itu tidak akan didapatkan jika suhu api naik-turun atau mati-nyala. Sampai sini terbukti bahwa panas api kecil yang konsisten adalah rahasia kuah Laksa Singapura terasa kaya sekaligus lembut di waktu yang sama.
Mie kuning atau bihun
Tauge
Udang (kupas dan rebus daging putihnya kurang lebih 1 menit)
Telur rebus
Tahu coklat/tahu pong
Fish cake (bisa diganti bakso ikan atau otak-otak)
Jeruk nipis atau jeruk limau
Bawang merah 6 siung
Bawang putih 4 siung
Cabe merah keriting 10 buah
Kemiri 2 butir
Sereh 1 batang
Kunyit dan lengkuas masing-masing 1 ruas jari
Ketumbar 1 sdt (sangrai dahulu)
Ebi kering ½ sdm yang sudah direndam air panas (opsional)
Air dan minyak secukupnya
Kepala udang 6 buah atau kulit udang kurang lebih 75 gram
Air 750 ml
Jahe 1 ruas jari (iris)
Daun jeruk 6 lembar
Daun kari 10 lembar
Air asam jawa 1 sdm
Santan kental 100 ml
Garam 1 sdt
Gula 1 sdt
Lada bubuk ¼ sdt
Pertama, buat kuah kaldunya dahulu dengan menumis kepala atau kulit udang bersama jahe. Setelah harum, masukkan air dan masak hingga mendidih lalu sisihkan.
Haluskan semua bumbu pasta laksa hingga benar-benar halus.
Tumis bumbu halus hingga harum dan pecah minyak. Anda dapat menggunakan api besar saat menumis bumbu untuk mengeluarkan aromanya.
Kemudian masukkan daun jeruk, daun kari, air asam jawa, dan kaldu udang tadi. Didihkan perlahan (simmering) dengan api kecil untuk mendapat cita rasa kuat.
Tambahkan santan, garam, gula, dan lada bubuk. Aduk sesekali dengan level api yang sama hingga kuah mendidih yang ditandai dengan muncul gelembung kecil.
Masukkan mie dalam mangkok dan tata tauge di atasnya. Kemudian tambahkan topping protein yang sudah matang lalu siram dengan kuah santan hangat. Sajikan bersama irisan jeruk nipis atau jeruk limau.
Anda dapat menyimpan pasta atau kuah laksa yang belum digunakan. Panaskan kembali dengan api kecil ketika Anda ingin menyantapnya lagi. Resep di atas menghasilkan kurang lebih 2-3 porsi.

Sekali lagi, kunci dari kuah Laksa Singapura ada pada kontrol api atau pengendalian panas yang baik melalui teknik masak simmering. Kompor gas kaca Niko menjadi salah satu alat masak yang mampu menghadirkan kestabilan api tersebut. Simak teknologi yang diusung untuk mendukung sempurnanya Laksa Singapura Anda.
Sistem api biru yang stabil tidak berkedip atau naik-turun meskipun digunakan dalam waktu lama. Ketika dinyalakan dalam api besar, distribusi panasnya merata sehingga mencegah bumbu gosong. Distribusi panas melalui burner yang presisi ini juga akan mendukung proses simmering tanpa khawatir gosong di titik tengah panci.
Kaca temper setebal 7-8 mm memungkinkan Anda merebus mie atau bahan makanan lain dalam porsi besar karena tahan beban hingga 80 kg. Selain itu, material tersebut juga tahan panas meskipun digunakan dalam waktu lama. Finishing mengkilapnya mudah dibersihkan meskipun terkena cipratan bumbu dan kuah santan kental.
Melalui kenop yang presisi, Anda bisa menyalakan api dalam sekali putar dan mengatur besar-kecilnya dengan mudah. Tiga level api (low, medium, dan high) akan mendukung Anda ketika beralih dari proses menumis ke proses simmering dengan lembut tanpa lonjakan api.
Untuk informasi lebih detail mengenai kompor gas kaca Niko, kunjungi website resminya sekarang juga. Kompor Niko siap menemani petualangan masak Anda yang lebih nyaman dan menyenangkan.