22 April 2026
Sumber: Seljan Salim dan Melike B di Pexels
Masak adalah kegiatan rumah tangga yang hampir setiap hari dilakukan. Bahkan bagi sebagian keluarga butuh 2 sampai 3 kali masak dalam sehari. Ketika akan memilih alat masak seperti kompor, banyak orang mempertimbangkan biaya awal untuk membelinya. Padahal ada jenis pengeluaran lain yang juga patut dipertimbangkan yaitu biaya operasional. Khusus untuk kompor, ada dua tipe yang paling populer digunakan yaitu kompor listrik dan kompor gas. Bila dihitung dari perbandingan biaya kompor listrik dan gas, mana yang lebih hemat? Pembahasan ini akan membantu Anda menentukan pilihan kompor yang paling efisien.
Ketika ingin melihat perbandingan biaya kompor listrik dan gas, ada beberapa indikator yang perlu dihitung. Biaya masak ini bukan hanya soal alatnya saja, tapi juga tentang pola penggunaan. Itulah kenapa kebiasaan keluarga juga akan memengaruhi pola penggunaan kompor sehari-hari.
Frekuensi Masak Harian – Semakin sering masak, maka semakin banyak juga energi yang dibutuhkan. Baik itu listrik maupun gas, frekuensi masak yang tinggi akan meningkatkan biaya pengeluaran.
Durasi Penggunaan – Ketika kompor digunakan dalam waktu lama, energi yang dibutuhkan juga akan meningkat. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pengguna masak besar hingga berkali-kali dalam satu bulan.
Jenis Masakan yang Paling Sering Dibuat – Teknik dan jenis masakan sangat memengaruhi konsumsi energinya. Merebus dan menggoreng akan membutuhkan lebih banyak waktu dan umumnya butuh api atau panas yang lebih intens dibanding menumis. Belum lagi jika sering masak menu nusantara yang kompleks dan butuh perebusan hingga berjam-jam, jelas energinya akan lebih besar.
Tarif Listrik dan Harga Gas LPG – Listrik dan gas adalah dua energi yang ketersediaan dan aksesnya berbeda di Indonesia. Daya listrik rumah yang sedang terpasang dan kapasitas tabung gas yang biasa digunakan juga memengaruhi jumlah pengeluaran total.
Pada perhitungan kali ini, kami akan mengasumsikan bahwa daya kompor listrik yang umumnya ada di pasaran adalah 800 – 1500 watt. Kita ambil rata-rata 1000 watt setiap kali digunakan. Apabila satu hari masak 3 kali dengan masing-masing memiliki durasi sekitar 30 menit, maka didapatkan perhitungan 1000 watt atau 1 kWh x 1,5 jam per hari.
Konsumsi energi harian: 1 kW x 1,5 jam = 1,5 kWh per hari.
Biaya Bulanan
1,5 kWh x 30 hari = 45 kWh
Apabila daya listrik rumah non-subsidi memiliki tarif Rp. 1.440,70 per kWh, maka didapatkan nilai: 45 kWh x 1.440,70 = Rp. 65.012 per bulan.
Biaya Tahunan
Rp. 65.012 x 12 = Rp. 780.144 per tahun.
Gas LPG 3 kg mendapat subsidi dari pemerintah sehingga harganya bisa lebih murah. Kami mengasumsikan penggunaan gas LPG 3 kg lebih banyak digunakan di rumah tangga Indonesia dibanding gas LPG 12 kg atau di atasnya. Satu tabung gas 3 kg dapat digunakan 10 – 12 hari jika durasi masak 1,5 jam per hari dengan intensitas api sedang hingga besar. Artinya, butuh 2,5 – 3 tabung gas LPG 3 kg untuk satu bulan.
Kemudian harga untuk menukarkan tabung gas LPG yang kosong dengan yang isi adalah berkisar antara Rp. 19.000 – Rp. 23.000. Jika kita ambil rata-rata harganya Rp. 21.000, maka didapatkan perhitungan sebagai berikut.
Total Biaya Bulanan: 2,5 x Rp. 21.000 = Rp. 52.500 atau 3 x Rp. 21.000 = Rp. 63.000
Total Biaya Tahunan: Rp. 52.500 x 12 = Rp. 630.000 atau Rp. 63.000 x 12 = Rp. 756.000
Selain biaya bahan bakarnya, perbandingan biaya kompor listrik dan gas juga bisa dilihat dari waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan alat masak dan kontrol api untuk meningkatkan efisiensi energi.
Beberapa jenis kompor listrik membutuhkan waktu sekitar 1 – 2 menit dari awal menyalakan sampai alat masak di atasnya panas dan siap digunakan. Sedangkan kompor gas menghasilkan panas langsung dari api sehingga pemanasan alat masak bisa dirasakan kurang dari 1 menit. Meskipun selisihnya tidak banyak, namun hal ini akan berpengaruh pada efektivitas kegiatan masak.
Kemudian untuk tingkat efisiensi energinya, kompor listrik memang lebih efisien karena energi panas langsung diarahkan ke alat masak di atasnya. Sedangkan panas dari api kompor gas ada yang terbuang ke udara di sekitar kompor. Meskipun begitu, kompor gas bisa lebih hemat jika penggunanya perlu masak besar atau masak lama beberapa kali dalam sebulan.

Setelah berbagai indikator perbandingan biaya kompor listrik dan gas di atas, Anda akan lebih mudah menentukan pilihan pada perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan. Setiap dapur di rumah tangga Indonesia tentu memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan pola penggunaannya. Bisa dikatakan kebanyakan dapur Indonesia lebih cocok dengan kompor gas karena beberapa alasan.
Pertama, api kompor yang mudah diatur secara langsung intensitasnya akan lebih fleksibel untuk banyak teknik masak. Berbagai menu nusantara bisa diolah dengan nyaman karena nyala api mudah dikelola. Kedua, kompor gas juga mendukung kebiasaan rumah tangga produktif yang ingin masak serba cepat dengan proses pemanasan yang lebih cepat. Performa kompor yang optimal bisa dirasakan sekian detik awal sehingga alat masak cepat digunakan.
Ketiga, kompor gas sangat cocok dengan budaya keluarga Indonesia yang sering makan bersama keluarga. Pengguna tidak perlu khawatir tagihan listrik akan melonjak ketika harus masak banyak untuk tamu atau keluarga besar. Kompor gas dapat memberikan performa yang sama tanpa meningkatkan pengeluaran tambahan untuk gas LPG.
Salah satu kompor gas yang direkomendasikan karena kemampuannya dalam menghemat gas LPG adalah kompor gas kaca Niko. Dengan teknologi yang dirancang presisi, kompor kaca Niko akan memberikan nyala api biru yang stabil dan merata untuk pembakaran yang sempurna. Energi gas LPG dapat digunakan secara optimal karena sistem pembakaran ideal. Api tornado yang dihasilkan juga akan mempersingkat proses masak sehingga penggunaan gas tidak berlebihan. Performa yang tinggi datang dari kualitas material yang terjamin. Niko berkomitmen mendukung program penghematan energi di dapur Indonesia melalui teknologi cerdasnya.
Meskipun tampak sederhana, penghitungan perbandingan biaya kompor listrik dan gas bisa memiliki hasil yang berbeda jika diakumulasi selama setahun. Dengan efisiensi gas, performa tinggi, dan desain modern, Niko hadir sebagai rajanya kompor kaca. Perangkat Niko membantu Anda memasak lebih cepat, lebih hemat, dan lebih cerdas. Dapatkan lebih banyak informasi detail mengenai seri dan spesifikasinya dari website resmi Niko di sini.