19 Mei 2026
Sumber: stockking di Magnific
Kasus kompor gas meledak memang tidak sering, tapi faktor risikonya tidak pernah benar-benar hilang. Sama seperti perangkat lain, pengguna kompor gas perlu memahami penyebab kompor meledak sehingga bisa menjauhi faktor risiko yang mungkin mengancam. Faktanya, tidak sedikit kasus kompor meledak itu terjadi karena banyak kejadian atau tanda awal yang diabaikan dan dianggap masalah kecil. Pahami penyebab kompor meledak berikut agar dapur semakin aman dan nyaman.
Secara umum, penyebab kompor gas bisa meledak adalah kebocoran gas. Kemudian gas bisa mengalami kebocoran itu juga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti regulator atau selang gas bermasalah, pembakaran api tidak sempurna, hingga tekanan gas yang tidak stabil. Mari memahami proses ledakan bisa terjadi untuk menjauhi penyebabnya.
Kompor gas meledak itu sebenarnya bukan kompornya yang pecah atau meletus, tapi gas yang tersebar di udara menumpuk, kemudian tersulut oleh api. Gas yang menumpuk pada ruang dapur bercampur dengan oksigen sehingga ketika ada percikan api yang sangat kecil sekalipun, campuran gas dan oksigen ini akan terbakar. Sayangnya, karena jumlah gas yang keluar tidak terkontrol, reaksi pembakaran terjadi sangat cepat menyebabkan ledakan gas yang berbahaya.
Setiap tabung gas telah dirancang berisi bahan bakar cair yang diberi tambahan bahan kimia bernama etil merkaptan. Senyawa ini membuat gas yang keluar memiliki aroma khas yang tidak sedap. Sayangnya, sifat gas memang lebih berat dibanding oksigen. Ketika gas bocor dan tidak diketahui, gas akan turun mendekati permukaan lantai. Apabila pengguna kompor tidak menyadarinya, penumpukan gas bisa terjadi sebelum disadari dan hal ini bisa berbahaya.
Pada dasarnya, penyebab kompor meledak itu karena gas bocor atau gas yang keluar tidak terkontrol kemudian tersulut oleh percikan api. Berikut ini adalah beberapa penyebab gas bisa bocor dan menjadi pemicu kompor gas meledak.
Seperti yang sudah sempat disinggung di atas, kebocoran gas yang tidak disadari akan menumpuk dan meningkatkan risiko ledakan. Penyebabnya bisa karena selang gas yang retak, tersayat, atau kerusakan kecil lainnya. Bisa juga karena sambungan tabung dan regulator yang longgar akibat karet katup yang aus atau rusak.
Regulator yang tidak terpasang secara pas dan rapat bisa menimbulkan celah kebocoran gas. Tekanan gas menjadi tidak stabil sehingga gas bocor, terutama pada area sambungan regulator dan tabung gas. Di sinilah pentingnya memilih regulator gas yang kualitasnya terjamin dan minimal sudah lolos uji coba keamanan atau memiliki logo SNI yang asli. Termasuk penting juga memilih regulator yang kompatibel dan memiliki fitur pengaman yang kuat.
Seperti pada regulator gas Niko yang sudah dilengkapi dengan karet pengaman ganda untuk memastikan sambungannya dengan tabung gas rapat. Bahkan salah satu karet katup regulator Niko bisa menggantikan karet katup tabung gas yang aus. Dengan komponen yang detail, proses pemasangan regulator gas Niko juga lebih mudah untuk pas bahkan untuk pemula.
Selang atau regulator yang sudah aus, usang, dan/atau penuh tambalan tentu akan jauh lebih rentan mengalami kebocoran. Selain penggunaan jangka panjang, material yang lemah juga bisa memicu kerusakannya, bahkan lebih cepat dari perkiraan. Kedua komponen ini adalah bagian paling krusial dari saluran gas sehingga kualitas keamanannya harus optimal. Kesalahan kecil saja bisa memengaruhi kemananan penggunaan kompor gas.
Sirkulasi udara yang buruk di dapur bisa meningkatkan risiko ledakan. Ketika kebocoran gas tidak dapat dihindarkan, ventilasi yang cukup sangat bermanfaat untuk mengeluarkan gas dari dalam ruangan. Apabila ventilasinya tidak memadai, proses membuang gas ke luar rumah menjadi lambat dan kondisi ini bisa membahayakan sistem pernapasan penghuni rumah jika terhirup.
Ketika menyalakan kompor dan apinya tidak kunjung menyala, gas tetap keluar tanpa terbakar. Hal ini bisa membuat akumulasi gas terjadi dan efeknya sama dengan kebocoran gas akibat 4 penyebab di atas. Selain burner yang bermasalah, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh pemantik api kompor yang rusak atau putus sehingga percikan api yang dihasilkan terlalu lemah atau bahkan tidak ada sama sekali.
Setelah memahami penyebab kompor meledak di atas, mari mengingat kembali tanda bahaya yang harus diwaspadai. Dengan menghafalkan tanda bahaya berikut, Anda sebagai pengguna bisa segera mengambil tindakan tanpa harus panik.
Tercium bau gas yang cukup menyengat hingga sangat menyengat.
Terdengar suara mendesis dari tabung, selang, dan/atau sambungan antara regulator dan tabung gas.
Gas terdengar dan tercium keluar dari tungku pembakaran namun tidak ada api yang menyala.
Api menyala dengan warna merah, oranye, atau kekuningan yang tidak normal.
Jika menjumpai salah satu atau beberapa tanda di atas, jangan menyalakan api dan alat elektronik di dapur untuk menghindari adanya percikan api. Jika kompor sedang digunakan, segera matikan apinya. Kemudian buka semua ventilasi hingga maksimal agar gas segera terbuang keluar dapur. Apabila tabung gas Anda masih mendesis, keluarkan ke area terbuka untuk mencegah penumpukan gas di dalam ruangan.

Periksa jalur gas secara berkala dan pastikan tidak ada yang retak atau longgar. Terutama selang dan regulator gas yang memang akan menurun kondisinya setelah beberapa tahun pemakaian.
Ketika akan membeli regulator gas baru, pilih produk yang kualitasnya terjamin agar tekanan gas tetap stabil selama digunakan. Selain material yang daya tahannya tinggi, fitur keamanan ganda juga sangat dibutuhkan.
Tingkatkan sirkulasi udara di dapur dengan menambah ventilasi dan buka semua ventilasi setiap kali masak. Bila perlu, tambahkan perangkat cooker hood agar konsentrasi gas di dalam ruangan tidak menumpuk.
Setiap kali menyalakan kompor, pastikan apinya menyala langsung sebagai tanda gas dan udara yang keluar dari tungku sudah terbakar dengan aman. Jika ada masalah dengan kenop kompor dan mempersulit penyalaan, lakukan servis sesegera mungkin.
Bersihkan tungku pembakaran secara rutin untuk menghindari gangguan teknis seperti nyala api kompor tidak stabil akibat burner yang tersumbat.
Selain selang dan regulator, kualitas kompor gas itu sendiri juga berpengaruh terhadap besar-kecilnya risiko kebakaran. Hal ini karena kompor yang berkualitas akan memiliki performa yang lebih baik dan menurunkan faktor risikonya. Di antaranya adalah burner jarang tersumbat, pemantik api mulus dalam jangka panjang, saluran gas internal yang kokoh, dan sistem pembakaran sempurna sehingga residu minim.
Untuk itu, memilih kompor gas terbaik sama pentingnya dengan memilih regulator dan selang berkualitas tinggi. Niko sebagai rajanya kompor kaca menghadirkan perangkat dengan standar kemanan yang tinggi. Mulai dari api biru tornado yang stabil dan merata hingga material berkualitas yang tahan terhadap penggunaan jangka panjang. Keamanan kompor kaca Niko juga ada pada permukaannya, yaitu material kaca temper setebal 7-8 mm dengan lapisan perlindungan tambahan.
Dapatkan lebih banyak info terkait seri, fitur, dan spesifikasinya dari website resmi Niko. Mulai dari kompor gas kaca hingga regulatornya yang kompatibel bisa Anda akses dari katalog online resmi Niko di sini.