04 Agustus 2026
Sumber: valeria_aksakova di Magnific
Telur adalah bahan pangan yang memiliki nutrisi lengkap dan sering disebut sebagai ‘superfood’ karena hal tersebut. Apalagi dengan fakta bahwa protein hewani yang satu ini mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Mulai dari digoreng dengan campuran rempah dan bumbu atau direbus saja juga sudah bisa menjadi pelengkap hidangan lain seperti ketika membuat salad telur. Bicara soal teknik perebusan, masak telur berapa menit agar dapat tingkat kematangan yang pas? Bagaimana caranya agar hasilnya konsisten sesuai keinginan? Simak pembahasan ini sampai akhir.
Telur rebus memang terlihat sederhana, namun hasilnya sering kurang sesuai harapan. Ada yang kuning telurnya masih terlalu cair, ada juga yang terlalu padat dan kering. Bahkan ada juga kasus beberapa telur yang direbus bersamaan tapi tingkat kematangannya berbeda-beda. Waktu yang sulit diprediksi ini membuat banyak orang bertanya masak telur berapa menit yang pas? Tidak hanya waktu perebusan, dapatkan juga tips mengatur kestabilan dan cara memasak yang tepat untuk mempertahankan nutrisinya.
Waktu Rebus | Tingkat Kematangan |
|---|---|
5 – 6 menit | Soft boiled: putih telur lembut, kuning telur cair dan meleleh |
7 – 8 menit | Medium soft: putih telur matang dan lebih padat, kuning telur lembut, creamy, dan kental. |
9 – 10 menit | Medium: putih telur padat, kuning telur padat pada pinggirannya tapi lembut bagian tengahnya. |
11 – 12 menit | Hard boiled: putih dan kuning telur matang dan padat sepenuhnya. |
13 – 15 menit | Sangat matang: putih telur sangat kenyal seperti karet, kuning telur kering, berpasir, warna pucat, dan mudah hancur. |
Anda mungkin sudah mengikuti aturan waktu merebus telur di atas dengan tepat. Namun pada praktiknya tingkat kematangan telur tetap tidak bisa konsisten. Terutama ketika Anda harus merebus beberapa telur sekaligus. Niat menghemat waktu malah berujung pada hasil yang kurang maksimal. Perhatikan faktor lain selain waktu merebus yang bisa membuat tekstur telur berbeda.
Ukuran Telur – Telur dengan ukuran yang kecil, sedang, dan besar tentu memiliki volume yang berbeda sehingga waktu merebusnya pun berbeda. Jika ingin merebus beberapa telur sekaligus, pilih ukuran telur yang relatif sama agar hasilnya tidak jauh berbeda.
Suhu Telur – Telur yang disimpan pada kulkas dan telur yang diletakkan pada suhu ruangan memiliki suhu yang berbeda. Hal itu akan memengaruhi suhu awal terhadap waktu perebusan.
Jumlah Air – Volume air dalam panci yang penuh akan membuat suhunya stabil dan mampu meratakan panas secara sempurna pada seluruh permukaan cangkang. Sedangkan air sedikit (tidak sampai merendam telur) memanfaatkan uap panas untuk mematangkan telur sehingga untuk menjaga suhunya stabil panci harus tertutup rapat selama perebusan agar hasilnya maksimal.
Kualitas dan Stabilitas Api – Kompor dengan api biru yang nyalanya stabil akan memberikan tingkat kematangan yang merata dan mencegah cangkang retak. Api besar akan membuat air bergejolak dan membuat antar-telur berbenturan dan meningkatkan risiko cangkang pecah dan putih telur akan terlalu keras seperti karet. Sedangkan api kecil akan membuat suhu air kurang panas dan pematangan protein jadi lebih lambat.

Berbekal banyak informasi di atas, kami menyusunkan beberapa tips dan panduan langkah merebus telur agar tidak pecah dan hasilnya matang merata.
Isi panci dengan air sampai telur terendam sempurna atau 2 – 3 cm di atas telur.
Keluarkan telur lalu rebus air sampai mendidih dengan api sedang cenderung besar.
Setelah air mendidih, turunkan intensitas api agar air tidak terlalu bergejolak.
Masukkan telur satu per satu secara perlahan dengan sendok agar tidak terbentur dengan dasar panci. Pastikan telur memiliki suhu ruangan atau tidak terlalu dingin agar telur tidak terkena perbedaan suhu drastis.
Baru kemudian atur waktu perebusan sampai ke tingkat kematangan yang diinginkan. Gunakan api sedang dalam proses ini agar suhunya stabil tapi tidak sampai membuat airnya bergejolak.
Angkat telur dan masukkan dalam air es untuk menghentikan proses memasak. Selain itu, langkah ini juga akan membuat cangkangnya lebih mudah dikupas.
Sebagai catatan tambahan, jangan merebus telur sampai panci hampir penuh dengan telur. Kondisi tersebut akan membuat telur saling bertumpuk dan suhu air jadi kurang maksimal melakukan proses pematangan. Anda juga bisa menambahkan sedikit garam atau cuka ke dalam air rebusan untuk mencegah putih telur berhamburan ketika ada sedikit retak pada cangkang.
Sebenarnya Anda juga bisa memasukkan telur saat air belum mendidih. Langkah ini akan membuat telur panas dan matang bersamaan dengan mendidihnya air. Risiko cangkang yang retak atau pecah jadi lebih kecil. Namun cara ini membuat waktu perebusan jadi kurang presisi. Cara ini mungkin akan cocok untuk Anda yang ingin tingkat kematangan hard boiled atau sangat matang.
Memiliki kompor yang intensitas apinya mudah dikendalikan sekaligus stabil akan sangat menguntungkan. Tidak hanya saat merebus telur, tapi juga saat mengolah berbagai hidangan lain di rumah. Untuk itu, kompor gas kaca Niko hadir dengan teknologi sistem pembakaran yang sempurna menghasilkan api dan panas yang stabil dan merata. Proses merebus air dan bahan pangan akan memberikan hasil yang konsisten.
Dengan burner presisi, api biru tornadonya mampu mendistribusikan panas optimal dengan baik. Kaca temper premium yang digunakan juga tahan panas dan mudah dibersihkan, membuatnya semakin aman dan nyaman digunakan setiap hari.
Jika Anda ingin mempercepat proses pendidihan air dan perebusan bahan pangan seperti telur, gunakan air yang sudah panas. Air panas akan mempercepat proses perebusan karena suhu awalnya sudah tinggi, berbeda dengan air normal atau air dingin. Ketel listrik Niko atau dispenser air panas Niko siap membantu menyiapkan air panas lebih efektif waktu dan efisien energi. Dapatkan semua informasi detail terkait perangkat Niko dari katalog resmi atau website resminya.