21 November 2025
Sumber: Freepik
Tidak bisa dipungkiri, kompor gas masih menjadi pilihan utama keluarga Indonesia. Namun kemudahan dan kenyamanan kompor gas juga dihadapkan pada beberapa tantangan klasik. Salah satu tantangan dari penggunaan kompor gas adalah masih adanya masalah-masalah kecil yang berpotensi kecelakaan serius. Masalah kecil yang umum ditemui adalah tiba-tiba terdengar bunyi mendesis atau sejenisnya pada tabung gas, terutama saat kompor masih menyala. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gas bocor meskipun bunyi gas tidak selalu berarti ada kebocoran gas. Mari mengenali penyebab dan cara mengatasi gas bunyi dengan aman.
Munculnya bunyi pada gas LPG tidak selalu berarti bahaya, namun bukan berarti menjadi hal yang wajar. Terutama untuk beberapa jenis bunyi yang terdengar. Untuk memahami mekanisme bunyi gas ini, mari kita memahaminya berdasarkan ilmu fisika.
Liquified Petroleum Gas atau yang sering kita kenal sebagai gas LPG merupakan bahan bakar yang berbentuk cairan. Tabung gas, dalam ukuran dan jenis apa saja, menyimpan cairan tersebut dengan tekanan tinggi. Pemanfaatan gas LPG pada kompor gas berarti cairan tersebut harus mengalami proses penguapan dan salah satu caranya adalah dengan membuka katup tabung gas.
Tabung gas yang dibuka dengan ukuran kecil mampu memicu perubahan tekanan di dalam gas sehingga LPG dalam bentuk cair menguap menjadi gas. Kemudian gas tersebut disalurkan melalui lubang kecil pada regulator, selang gas, dan terakhir pada tungku pembakaran (burner). Proses berjalannya gas melalui saluran yang kecil tadi menuju area dengan tekanan yang lebih rendah membuat gas menguap dengan cepat.
Penguapan yang cepat menciptakan getaran atau turbulensi pada molekul gas serta udara yang bercampur di sekitarnya. Dari getaran inilah muncul gelombang suara dan hasilnya kita bisa mendengar suara desisan.
Setelah memahami bagaimana bunyi terbentuk dari tabung gas, kini saatnya Anda mencermati beberapa jenis bunyi yang dihasilkan dan penyebabnya. Hal ini untuk membantu Anda waspada pada bunyi yang berbahaya.
Ketika suara mendesis gas pelan, halus, dan stabil, maka bunyi tersebut normal sebagai efek penguapan bahan bakar cair menjadi gas seperti yang dijelaskan di atas. Bunyi jenis ini paling sering muncul saat kompor sedang digunakan dan akan hilang ketika kompor mati.
Jenis yang kedua adalah bunyi “sring-sring” tanpa diikuti aroma gas dan biasanya mendesis dari regulator terutama saat tabung gas digoyangkan. Untuk bunyi satu ini normal dan berarti tabung gas Anda sudah kosong.
Apabila bunyi gas keras, tidak stabil, dan berbau gas ringan hingga kuat menyengat, maka itu jadi salah satu tanda bahaya. Jenis bunyi ini adalah tanda paling umum dari masalah kebocoran gas. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari regulator yang longgar, karet katup tabung gas yang rusak atau aus, hingga selang berlubang atau rusak.
Jenis yang terakhir ini merupakan bunyi gas yang biasanya terjadi karena regulator tidak terpasang dengan pas atau memang sudah rusak. Bunyi tersebut umumnya terdengar dari area regulator dan tidak hilang saat kompor mati. Hal ini terjadi karena gas keluar dengan tidak normal sehingga bunyi yang dihasilkan tidak stabil.
Apabila Anda menemui jenis bunyi gas yang patut dicurigai sebagai potensi kecelakaan seperti pada poin 3 dan 4 di atas, maka ada beberapa langkah cara mengatasi gas bunyi dengan aman. Hal terpenting pertama yang perlu dilakukan adalah tidak panik. Berikutnya ikuti step by step-nya di bawah ini.
Segera matikan kompor kemudian cabut regulator gas secara perlahan.
Jika aroma gas cukup pekat, buka semua ventilasi atau jendela dapur dan biarkan gas yang terbuang keluar rumah.
Setelah aroma udara kembali normal, periksa beberapa hal yang mungkin jadi penyebabnya. Mulai dari karet/seal pada regulator hingga posisi pemasangannya. Periksa juga kondisi selang gas saat itu dan pastikan tidak tertekuk, terlilit, atau terjepit.
Bila ada kerusakan pada karet katup tabung gas bawaan, ganti dengan karet yang kondisinya lebih baik.
Bila yang bermasalah adalah karet atau valve dalam regulator, sebaiknya segera ganti dengan regulator baru. Terutama jika Anda sudah menggunakan satu regulator yang sama lebih dari 1 tahun.

Apabila Anda dihadapkan pada penyebab gas bunyi yang berkaitan dengan performa regulator yang menurun, maka ini tanda untuk segera menggantinya. Sebagai salah satu penyedia kompor gas, Niko Electronic juga menghadirkan regulator gas yang kualitasnya sudah teruji dengan ditandai adanya logo SNI. Setiap komponennya dibuat kompatibel untuk berbagai ukuran selang dan tabung gas standar nasional.
Teknologi yang ada pada regulator gas Niko memungkinkan fungsi pengelolaan tekanan tinggi menjadi bertekanan rendah dan stabil yang konstan. Dengan material pilihan berkualitas dan anti-karat, regulator Niko lebih minim menimbulkan bunyi mendesis normal. Sedangkan bunyi gas yang tidak normal bisa dideteksi lebih cepat dengan indikator tekanan.
Perangkat krusial kompor gas dari Niko ini juga memiliki sistem pengaman ganda berupa karet/seal yang mencegah kebocoran gas pada sambungan mulut tabung gas dan regulator itu sendiri. Bahkan salah satu karetnya bisa menggantikan fungsi karet katup bawaan pada tabung gas. Bunyi gas akibat pemasangan regulator yang kurang pas bisa diminimalisir.
Beralih ke regulator Niko akan membantu kegiatan masak menjadi lebih tenang, nyaman, dan aman. Tidak hanya mendukung performa kompor gas lebih optimal, Anda juga bisa meningkatkan kreasi masakan di rumah hanya dengan alat kecil namun berdampak besar yang satu ini. Tekanan gas yang stabil juga menjadi kunci keselamatan dapur. Dapatkan lebih banyak informasi detail soal varian dan spesifikasinya dengan mengunjungi website resmi Niko. Pastikan juga Anda mengakses produk Niko dari toko online atau distributor resmi.