09 Juli 2026
Sumber: asset.kompas.com
Salah satu kondimen paling dicari dalam ayam goreng kremesan adalah kremesan itu sendiri. Rasanya yang gurih dan tekstur yang renyah membuat pengalaman makan ayam goreng menjadi lebih seru. Sayangnya tidak semua orang bisa membuat bagian kremesan ini dengan sempurna, yaitu matang merata, renyah, bersarang, dan tidak cepat melempem. Kremesan ayam goreng tidak hanya soal takaran resep yang pas. Tapi juga teknik menggoreng yang tepat, suhu minyak sesuai, dan stabilnya api kompor selama proses penggorengan. Mari memahami prinsip dan cara membuat kremesan ayam goreng ala warung atau restoran dari dapur rumah sendiri.
Kremesan ayam goreng sering gagal karena beberapa faktor. Di antaranya adonan terlalu kental atau terlalu encer, suhu minyak yang terlalu rendah atau tinggi, teknik menuang adonan yang kurang tepat, dan intensitas api kompor yang tidak stabil. Semua hal tersebut memengaruhi pembentukan tekstur kremesan yang ideal. Untuk mengetahui bagaimana faktor tadi bekerja, simak penjelasannya sampai akhir.
Kremesan ayam goreng memang ada beberapa jenis. Mulai dari yang berbentuk bulir atau remahan tepung sampai yang bentuknya sedikit padat dan membungkus ayam goreng. Terlepas dari bentuknya, ada beberapa karakteristik kremesan ayam goreng yang banyak disukai.
Memiliki tekstur yang ringan, berpori atau bersarang, dan tidak keras. Bahkan cenderung mudah hancur, baik saat dipotong dengan sendok, tangan, maupun saat digigit langsung.
Warnanya kuning keemasan atau sedikit kecoklatan dan merata di seluruh sisi.
Kerenyahannya bisa bertahan lama atau tidak cepat lembek saat sudah dingin.
Untuk mendapatkan tekstur, warna, dan ketahanan seperti kriteria di atas, Anda perlu memenuhi beberapa syaratnya. Salah satunya adalah resep dengan rasio yang tepat dan akan kita bahas setelah ini.
Kremesan ayam goreng terbuat dari tepung tapioka dan tepung beras dengan perbandingan 3:1. Tepung tapioka nantinya yang akan membuat teksturnya renyah (crispy), sedangkan tepung beras yang akan membuatnya kokoh. Apabila rasio kedua jenis tepung ini terlalu tidak sesuai, hasil kremesan bisa alot bahkan sebelum dingin, keras, atau terlalu kaku. Kemudian takaran airnya adalah 4 kali dari berat total tepung yang digunakan. Sebagai contoh, jika tepung tapioka 75 gram dan tepung beras 25 gram. Maka air yang digunakan kurang lebih 400 ml.
Bahan-bahan:
- Tepung Tapioka
- Tepung Beras
- Baking powder (opsional)
- Kunyit bubuk
- Ketumbar bubur
- Garam
- Telur
- Air/santan encer/kaldu ayam (pilih salah satu)
Jika ingin lebih sederhana, Anda juga bisa menggunakan bumbu marinasi siap pakai. Beberapa resep juga menambahkan sedikit tepung terigu untuk menambah volumenya.
1. Campurkan semua bahan kering terlebih dahulu, baru tambahkan bahan basah seperti telur dan air. Aduk sampai tidak ada gumpalan atau gerindil. Pastikan konsistensi adonan ini tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair.
2. Tuang minyak goreng pada wajan yang cukup banyak. Kemudian panaskan dengan api besar sampai muncul sedikit asap sebagai tanda minyak siap digunakan.
3. Tuang adonan dengan mengucurkannya perlahan dari atas atau kurang lebih 30 cm dari permukaan minyak. Banyak orang melakukan tahap ini dengan memasukkan adonan ke dalam botol lalu melubangi tutupnya.
4. Tunggu hingga adonan setengah kering yang ditandai dengan berkurangnya gelembung udara. Adonan akan membentuk sarang dan pori secara otomatis.
5. Setelah itu, Anda baru bisa melipat adonan menjadi setengah lingkaran atau segitiga secara perlahan menggunakan spatula. Anda bisa menurunkan api ke intensitas sedang pada tahap ini.
6. Tunggu sampai kremesan kuning atau kecoklatan, baru kemudian membaliknya. Lalu angkat dan tiriskan pada tisu makanan agar sisa minyak bisa langsung diserap dan tidak memicu lembek atau melempem ketika sudah dingin.
7. Sebelum menuang kloter kedua, pastikan Anda mengaduk adonan agar tidak ada tepung yang mengendap. Selain itu, jangan lupa untuk meningkatkan suhu minyak lagi seperti pada langkah-langkah sebelumnya.
8. Jika sudah selesai dan suhu kremesan tidak lagi panas, Anda bisa menyimpannya dalam toples atau wadah kedap udara.
Beberapa masalah yang biasanya dihadapi pembuat kremesan pemula adalah adonan menggumpal di dalam wajan, tidak bisa renyah dan kering, terlalu berminyak, hingga cepat melempem. Bisa jadi pemicunya adalah sederet kesalahan umum yang sebaiknya dihindari berikut ini.
Mengaduk adonan terlalu lama sehingga terbentuklah gluten (jika menggunakan tepung terigu) dan adonan jadi terlalu saling menyatu. Begitu digoreng, hasil kremesan justru akan keras, tebal, dan liat.
Menggunakan terlalu sedikit minyak akan menghambat adonan mengembang sempurna selama proses penggorengan. Selain itu, kremesan juga rentan gosong akibat panas minyak berlebihan.
Pemanasan awal pada minyak goreng tidak optimal sehingga suhu minyak goreng cepat turun saat adonan masuk wajan.
Memadati wajan dengan adonan juga akan menghambat pembentukan sarang pada kremesan. Menu yang satu ini memang harus digoreng sedikit demi sedikit.
Dengan kata lain, kondisi atau suhu minyak goreng selama proses penggorengan sangat berpengaruh. Minyak goreng yang kurang panas bisa membuat adonan menyerap banyak minyak sehingga lembek. Sedangkan minyak goreng yang terlalu panas bisa membuat kremesan cepat gosong.
Adonan kremesan memang cukup sensitif terhadap perubahan suhu. Jadi kontrol api kompor akan menjaga suhu minyak tetap ideal. Termasuk membantu Anda menghasilkan kremesan yang teksturnya pas setiap saat. Di sinilah pentingnya peran kompor gas dalam memberikan nyala api stabil menjadi penting.

Salah satu kompor gas yang bisa diandalkan dalam hal menyediakan nyala api stabil adalah kompor gas kaca Niko. Sistem pembakaran kompor gas kaca Niko mampu menghasilkan api biru tornado yang stabil, merata, dan konsisten. Tungku pembakaran yang dirancang presisi membuat kontrol api juga mudah dikendalikan. Mengelola suhu minyak yang pas setiap kali menggoreng bukan lagi hal yang sulit.
Material utama maupun komponen pendukung sudah dipilih yang memiliki ketahanan terbaik untuk mendukung penggunaan yang nyaman dan aman dalam jangka panjang. Perangkat ini membuat berbagai hidangan rumahan maupun usaha kuliner dari rumah menjadi terasa menyenangkan dan hasilnya konsisten setiap saat.
Tidak hanya kompor gas, Niko juga hadir dalam mendukung keamanan dan stabilitas nyala api dengan regulator yang sudah dilengkapi pengunci ganda dan material anti-karat yang kuat. Hal ini membuat regulator Niko memiliki sistem pengaman yang optimal dan membantu menjaga aliran gas tetap stabil. Performa api kompor gas tidak lepas dari mekanisme regulator yang baik. Dapatkan lebih banyak informasi detail terkait kompor gas kaca dan regulator Niko dari website resminya di sini.