15 Juli 2026
Sumber: ninjason1 di Magnific
Kepiting adalah salah satu boga bahari yang spesial untuk keluarga di Indonesia. Banyak rumah tangga yang ingin mengolah kepiting sendiri di rumah. Sayangnya daging kepiting cukup tricky untuk dimasak karena tekstur, rasa, dan aromanya yang unik. Daging kepiting yang dimasak dengan teknik yang pas akan memiliki tekstur lembut, kaya rasa, dan aroma laut yang enak. Sebaliknya, ketika teknik pengolahannya kurang tepat daging kepiting akan kurang manis, tekstur keras, dan bumbunya hanya terasa pada cangkangnya. Karena harga kepiting tidak murah, mari mempelajari cara memasak kepiting yang lezat dan tipsnya dari Niko.
Dengan banyaknya jenis boga bahari, kepiting merupakan salah satu krustasea bercangkang yang populer menjadi kuliner lezat sejak zaman dulu. Tidak hanya aroma gurih yang kuat dan enak, mereka juga memiliki daging yang karakternya unik yaitu tebal, padat, kenyal, dan berserat. Hal ini membuat hidangan kepiting menjadi kaya rasa ketika diolah dengan benar.
Namun karena cangkang tersebut, kepiting perlu waktu masak dan suhu yang tepat agar matang merata tapi juga tidak menghilangkan rasa alaminya. Apalagi jika kepiting yang dipilih memiliki ukuran yang cukup besar, panas yang tidak stabil bisa membuat hasil masakan jadi kurang optimal. Dimulai dari cara memilih kepiting sampai mengolahnya, mari kita bahas satu per satu.
Memilih kepiting yang segar atau masih hidup sebelum diolah adalah keharusan karena protein hewani yang satu ini cepat membusuk jika sudah mati. Karakter dagingnya mudah akan cepat rusak, lembek, beraroma tidak sedap, dan rasanya sedikit pahit akibat bakteri yang berkembang dengan cepat. Bahkan bisa membuat tubuh keracunan jika nekat dikonsumsi. Berikut ini adalah cara memilih kepiting yang masih segar.
Pilih kepiting hidup yang ditandai dengan aktif bergerak, kakinya melawan, dan matanya merespons (ditarik masuk) saat dipegang.
Memiliki aroma laut segar yang khas, tidak asam, tidak amis, dan/atau beraroma menusuk.
Coba angkat kepiting dan rasakan beratnya untuk memastikan isi cangkang padat dan penuh.
Tekan perut atau bagian bawahnya, kepiting segar dengan daging yang banyak akan terasa keras dan padat.
Cek juga bagian siku dengan menekannya. Bagian ini memiliki selaput yang apabila ditekan akan kembali ke posisi semula dengan cepat.
Selain itu, Anda juga bisa memilih kepiting jantan atau betina sesuai kebutuhan karena keduanya memiliki keunggulan yang berbeda. Kepiting jantan memiliki perut berbentuk segitiga dan biasanya capit mereka yang lebih besar yang berarti dagingnya lebih banyak. Sedangkan kepiting betina punya capit kecil dan perutnya berbentuk seperti lonceng atau sedikit bulat. Kepiting betina banyak dipilih karena memiliki telur yang tidak kalah nikmat ketika sudah diolah.
Seperti bahan masakan yang lain, cara memasak kepiting yang benar dimulai sejak mempersiapkannya. Selain hasil olahannya lebih enak, kepiting juga akan lebih bersih. Kepiting paling pas diolah segera setelah dibeli atau ketika masih hidup. Lakukan beberapa langkah berikut ini.
a. Buat kepiting tidur (tidak aktif) dengan menyimpannya selama 10-15 menit di kulkas atau dalam wadah berisi es batu dan air dingin yang tertutup. Selama menunggu, Anda bisa menyiapkan bumbu dan bahan pelengkap masakan lain. Setelah dikeluarkan, tusuk bagian tengah (perut) kepiting dengan pisau tajam untuk mematikannya.
b. Bersihkan cangkang dengan menyikatnya di bawah air mengalir sampai semua kotorannya hilang.
c. Kemudian buka cangkang perut (segitiga/bulat) lalu buang bagian yang tidak bisa dimakan, seperti bagian insang (bulu lembut berwarna abu-abu), kantung kemih (di dekat mata yang isinya kotoran/pasir), dan usus (saluran/garis hitam tipis).
d. Potong kepiting sesuai dengan yang dibutuhkan menggunakan pisau yang kuat dan tajam.

Sumber: tommao wang di Unsplash
Terdapat beberapa teknik pengolahan kepiting yang bisa diterapkan untuk mendapatkan daging lembut dan rasa gurih alami. Selain caranya, perhatikan juga lama waktu memasaknya agar daging tidak lengket ke cangkang dan keras (overcooked).
Kepiting yang direbus bisa mempertahankan nutrisi sekaligus rasa manis alaminya. Selain itu, cara ini juga membuat kepiting lebih mudah dikupas. Anda perlu mendidihkan air terlebih dahulu, kemudian masukkan kepiting sampai semua bagian terendam air. Rebus selama 10-15 menit dan tambahkan waktu 5 menit untuk setiap berat tambahan 250 gr. Anda bisa menambahkan bahan aromatik seperti jahe, daun jeruk, daun salam, atau serai jika ingin menyamarkan aroma khasnya.
Hampir sama dengan direbus, kepiting yang dikukus juga akan meminimalisir gizi yang hilang. Bedanya, daging kepiting jadi lebih padat namun tetap lembut. Saat menata kepiting di atas rak kukusan, posisikan cangkang atas menghadap ke bawah. Kukus selama 15-20 menit dan jangan membuka-tutup panci agar uap panas tetap memiliki suhu yang stabil.
Kepiting yang ditumis akan mengeluarkan aroma yang lebih kuat, harum, dan menggugah selera. Tekstur dagingnya juga lebih manis dan padat, ditambah dengan bumbu dan rempah kaya rasa yang meresap dan menyelimuti cangkangnya. Anda perlu menumis bahan aromatiknya terlebih dahulu sampai harum. Baru kemudian masukkan potongan kepiting bersih yang sudah digeprek. Tambahkan kaldu atau air sedikit serta bumbu kemudian masak lagi dengan api besar sambil terus diaduk.
Memanggang kepiting juga teknik yang tidak kalah populer. Kepiting bisa diolesi saus mentega, bawang putih cincang, dan herba seperti daun jeruk, daun bawang, hingga kemangi. Untuk menjaga kelembabannya, bungkus kepiting dengan aluminium foil. Panggang dengan oven 200 derajat celcius selama 12-15 menit. Nikmati bersama saus cocolan favorit jika ingin rasa yang lebih kaya.
Catatan tambahan terkait lama waktu di atas, hindari memasak kepiting lebih dari 20 menit dengan teknik apapun karena hasilnya akan kurang optimal. Tentukan perkiraan waktu masak berdasarkan berat/ukuran kepiting. Bisa juga dengan melihat tanda kematangan kepiting seperti warna cangkang oranye atau merah terang, daging berwarna putih dan padat, serta aroma yang segar khas boga bahari.

Terdapat kesalahan lain yang bisa membuat kepiting tidak bisa dinikmati secara utuh dan masih sering terjadi. Pertama, panas api yang digunakan tidak stabil atau naik-turun. Hal ini mungkin bisa membuat cangkangnya merah tapi bagian dagingnya belum matang dan berlendir. Selain itu, ketika matang dagingnya jadi lembek atau hancur karena perubahan suhu bisa merusak serat halus alaminya. Bahkan sari alaminya juga bisa terbuang karena pori daging yang membuka-tutup akibat panas tidak stabil.
Untuk itu, Anda perlu menggunakan api sedang hingga besar yang konsisten. Kepiting ukuran besar bukan berarti harus meningkatkan suhu api, apalagi jika api naik di tengah proses memasak. Itulah kenapa performa kompor menjadi faktor yang penting untuk diperhatikan.
Kompor gas kaca Niko hadir dengan teknologi burner presisi dan sistem pembakaran yang menghasilkan api biru tornado yang stabil. Distribusi panas yang merata membuat perangkat ini efektif mempercepat proses masak meskipun bahan masakan yang dipilih berukuran besar, termasuk kepiting. Tentu saja panas merata ini tidak hanya mematangkan kepiting menyeluruh, tapi juga mempertahankan kualitasnya tetap bagus.
Kontrol api yang fleksibel ini cocok sekali untuk berbagai teknik pengolahan boga bahari. Stabilitas dan ketahanan materialnya juga mendukung aktivitas memasak dalam jumlah besar. Menyiapkan hidangan dengan bahan masakan istimewa seperti kepiting jadi lebih menyenangkan.
Gunakan juga chopper Niko untuk meal-prep yang lebih praktis, cepat, dan hasil potongan yang konsisten. Kapasitas wadahnya juga besar sehingga cukup untuk porsi besar. Kunjungi website resmi Niko atau buka katalog online-nya untuk informasi fitur, seri, dan spesifikasinya lebih detail.