18 November 2025
Sumber: Inna Safa di Unsplash
Sambal matah adalah salah satu menu masakan sederhana khas Bali yang cara membuatnya gampang-gampang susah. Menjadi gampang karena bahannya sederhana dan mudah didapatkan. Tapi bisa menjadi susah dibuat jika tidak memahami teknik yang benar. Jenis sambal ini dibuat dengan tidak “memasak” tapi perlu trik khusus agar bahan-bahan yang digunakan tidak langu. Selain langu, beberapa masalah yang sering ditemui adalah ada bahan yang gosong, minyak tidak sedap, hingga aromanya tidak keluar. Pahami cara bikin sambal matah yang bisa memunculkan aroma sedap berikut ini.
Kata ‘matah’ sendiri merupakan bahasa Bali yang berarti mentah. Nama tersebut melekat karena bahan yang digunakan memang mentah atau tidak perlu dimasak terlebih dahulu. Anda hanya tinggal mengiris dan mencampurnya dengan minyak panas sebagai proses ‘memasak’. Mari mengetahui rahasia sambal matah yang wangi dan sedap.
Sesuai dengan namanya, sambal matah memang dibuat agar bahannya tidak matang alias masih segar. Namun karena bahan seperti bawang merah bisa langu jika langsung dikonsumsi, maka perlu ada sentuhan ‘panas’ yang tepat tanpa dimasak di atas api secara langsung. Dari situ, minyak goreng kelapa dengan tingkat panas yang tepat menjadi kunci dalam proses ‘memasaknya’.
Tingkat panas tepat artinya tidak terlalu panas dan jangan sampai kurang panas. Minyak goreng yang terlalu panas dapat menghilangkan aroma alami bahan-bahan yang digunakan. Sedangkan minyak yang kurang panas bisa menggagalkan aromanya untuk keluar, bahkan mungkin akan langu.
Kesalahan umum tidak hanya datang dari proses memanaskan minyak goreng yang salah. Tapi juga dari cara menuangkan minyak panas tersebut tanpa kontrol suhu. Kemudian teknik pencampuran dan kualitas bahan juga bisa memengaruhi rasa, aroma, dan tekstur sambal matah.
Dari sini teori masak yang menyebut bahwa suhu atau panas api yang digunakan memengaruhi rasa masakan memang benar adanya. Keseimbangan antara tekstur, aroma, hingga rasa dipengaruhi langsung oleh besar-kecil api kompor. Api yang terlalu besar dapat merusak ikatan kimia pada minyak dan api terlalu kecil kurang memicu aroma wanginya keluar. Dengan kata lain, kompor yang digunakan juga akan memengaruhi rasa dari hampir semua jenis masakan, termasuk dalam hal ini sambal matah.
Sumber: Kompas
Bahan-bahan:
5 siung bawang merah
5 buah cabai rawit atau cabai setan
2 batang sereh (pilih bagian yang berwarna putih atau merah muda)
3 daun jeruk (buang bagian tulang daunnya)
½ buah jeruk limau atau jeruk purut
Garam, gula, dan penyedap secukupnya
Terasi bakar/sangrai secukupnya (opsional)
Minyak goreng kelapa secukupnya
Cara Membuat:
Iris tipis untuk bawang merah, cabai rawit, sereh, dan daun jeruk. Usahakan semua bahan diiris secara seragam untuk menghasilkan tekstur yang pas.
Bila menggunakan terasi bakar, hancurkan pada tempat terpisah. Masukkan semua bahan pada mangkok kaca atau stainless steel tahan panas.
Tambahkan gula, garam, dan penyedap secukupnya.
Panaskan minyak kelapa hingga benar-benar panas tapi jangan sampai muncul asap.
Siramkan minyak kelapa yang sudah panas pada irisan bahan-bahan tadi. Aduk merata dan jangan lupa untuk mengoreksi rasanya.
Tambahkan perasan jeruk limau atau jeruk purut untuk menambahkan rasa segar. Sambal matah siap dihidangkan bersama lauk dan nasi favorit Anda dan keluarga.
Sebagai catatan tambahan, ada beberapa hal yang perlu dipahami untuk Anda yang ingin mengkreasikan resep di atas. Pertama, Anda bisa menambahkan 1-2 siung bawang putih cincang jika ingin rasa yang lebih mantap. Kedua, minyak kelapa sebenarnya bisa diganti dengan minyak goreng biasa meskipun aromanya menjadi kurang autentik. Ketiga, hindari mengaduk terlalu lama setelah minyak panas masuk dalam irisan sambal untuk menghindari bahan layu dan kurang segar.
Keempat, sambal matah paling enak dinikmati saat baru saja dibuat. Jika Anda ingin menyimpannya, pastikan untuk menggunakan wadah yang kering dan bersih untuk menghindari kontaminasi, kemudian letakkan pada kulkas. Sambal matah yang dicampurkan dengan minyak panas dengan tepat bisa bertahan selama beberapa hari.
Menjadi salah satu faktor penting, panas api yang stabil akan mendukung proses pemanasan minyak goreng. Jika Anda masih menggunakan kompor gas biasa dan besar-kecilnya api sedang sulit dikendalikan, maka proses membuat sambal matah bisa terganggu. Salah satu masalah yang sering muncul adalah panas api yang tidak merata sehingga minyak goreng gosong sebagian atau seluruhnya. Minyak goreng yang gosong ditandai dengan keluarnya asap dan warna yang berubah sedikit lebih gelap.
Untuk menghindari masalah klasik tersebut, Niko hadir membantu Anda melalui kompor gasnya. Dengan teknologi api biru yang stabil dan tungku pembakaran (burner) yang presisi, panas api lebih cepat dihantarkan pada wajan dan lebih merata ke seluruh sisi. Tidak ada lagi drama minyak gosong atau minyak yang lama dipanaskan.
Dengan kombinasi teknologi tersebut, penggunaan gas LPG juga lebih efisien. Panas stabil dan konsisten membuat proses memasak menjadi lebih cepat, termasuk bikin sambal matah. Dapatkan aroma sambal matah yang menggugah selera dan tekstur yang tepat bersama kompor Niko. Dapatkan lebih banyak informasi detail kompor gas Niko dari website resminya di sini.